Minggu, 21 Jun 2026 01:31 WIB

BPBD: Waspadai Banjir dari 3 Sungai di Kota Probolinggo

Banjir di Kota Probolinggo/ foto dokumen
Banjir di Kota Probolinggo/ foto dokumen

jatimnow.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) Kota Probolinggo menyebut ada tiga sungai yang patut diwaspadai terkait potensi banjir.

Kepala BPBD Kota Probolinggo, Sugito Prasetyo mengatakan secara geografis diapit oleh tiga aliran sungai besar dari wilayah Kabupaten Probolinggo yakni Sungai Kedungdalem, Sungai Legundi dan Sungai Kalipaser.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

"Aliran sungai tersebut yang kerap kali menimbulkan banjir," katanya, Senin (2/11/2020).

Ia pun meminta kepada warga agar tidak membuang sampah ke sungai atau selokan karena dapat mengakibatkan banjir.

"Sampah bisa menjadi salah satu faktor utama terjadinya banjir. Selain bisa menyumbat saluran, sampah yang dibuang di sungai dan selokan bisa mengakibat kedangkalan," ujar dia.

Ia menyebutkan, saat ini tingginya intensitas hujan disebabkan faktor Badai La Nina. Untuk wilayah Probolinggo sendiri musim penghujan mundur karena adanya angin gending.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

"Pada Oktober lalu angin gending masih ada. Sehingga awan hitam kerap kali berpencar terhempas angin tersebut. Namun saat ini angin gending mulai berkurang dan diperkirakan potensi hujan akan meningkat," jelasnya.

Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang Badai La Nina puncaknya berada pada bulan Desember hingga Januari 2021 mendatang.

"Selain hujan deras juga disertai adanya angin kencang. Selain potensi banjir yang perlu diwaspadai juga bencana angin puting beliung," ujarnya.

Baca Juga: Panaskan Mesin Politik, Lima PAC PDIP Kota Probolinggo Resmi Dilantik

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Probolinggo, Agus Hartadi mengatakan pihaknya gencar melakukan normalisasi sungai mulai dari pembersihan sampah hingga pengerukan yang mengalami pendangkalan.

"Jika ini tidak dilakukan bisa menyebabkan bencana banjir," katanya sambil menyebut pihaknya telah membersihkan Sungai Kalibanger di Wilayah Kecamatan Mayangan.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.