Selasa, 16 Jun 2026 15:44 WIB

Warga Tuntut Kades di Malang Dicopot: Kakek Sugiono Versi Lokal

Warga membawa poster "Kakek Sugiono Versi Lokal" saat demo tuntut kades dicopot
Warga membawa poster "Kakek Sugiono Versi Lokal" saat demo tuntut kades dicopot

jatimnow.com - Puluhan warga Desa Ngenep, Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang menggelar demo di depan kantor desa setempat, Senin (26/10/2020). Mereka menuntut kepada desa (kades) dicopot dari jabatannya.

Dalam orasinya, warga menyebut bahwa Kepala Desa Ngenep, Suwardi mempertanggungjawabkan perbuatannya. Warga menyebut bahwa sang kades telah memadu cinta dengan pembantu rumah tangganya.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Warga juga membawa sejumlah poster berisi tulisan seperti "Kakek Sugiono Versi Lokal", "Kita Turunkan Hari ini Juga" dan "Kami Tidak Butuh Lurah Otak Mesum Copot Sekarang Jabatanmu".

"Masyarakat malu memiliki kepala desa yang diduga kuat melakukan pelanggaran etik. Harusnya pemimpin itu bisa mencontohkan sikap dan perbuatan baik.
Apa yang dilakukan kepala desa pergi ke vila di Batu saat jam kerja," terang Erick Ridoi, salah satu pendemo.

Karena Suwardi tak kunjung keluar dari kantornya, warga masuk ke dalam balai desa. Di sana, warga ditemui Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ngenep. Mereka langsung mengutarakan keluh kesahnya.

"kenapa pak kades juga gak keluar ruangan untuk audensi bersama kami. Akhirnya kami sampaikan ke BPD supaya bisa mengakomodir permintaan warga," tambah Erick.

Warga demo tuntut kades di Kota Batu dicopotWarga demo tuntut kades di Kota Batu dicopot

Menurut Erick, informasi dari warga bahwa Kades Suwardi sedang memadu kasih di salah satu losmen yang berada di Kota Batu hingga perbuatannya digerebek istri dan anaknya beberapa waktu lalu.

Sementara Ketua BPD Ngenep, Supriyana mengaku belum mengetahui informasi tersebut. Tapi dia berjanji menampung aspirasi warga dan menyampaikan ke kepala desa.

"Kami bicarakan dengan anggota BPD yang lain. Dan nanti pasti kita sampaikan ke pak kades," ungkap Supriyana.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Supriyana menambahkan hanya mengetahui aksi ini karena adanya dugaan tindakan asusila yang dilakukan kepala desa. Sebab informasi itu sudah menyebar di tengah masyarakat.

"Benar atau tidak jujur saya tidak tahu. Komunikasi saya dengan Suwardi sebatas tentang pekerjaan saja," tambahnya.

Meski demo terus berlanjut, Suwardi tetap tidak terlihat menemui warga. Warga pun berencana menggelar aksi serupa hingga ada respon dari kepala desa.

Sementara Kepala Desa Ngenep Suwardi membantah dengan tuduhan perselingkuhan tersebut. Ia menegaskan siap diproses hukum jika terbukti melakukan perbuatan tidak senonoh tersebut.

"Kalau sudah ada bukti, saya siap diproses dan silahkan dilaporkan," ujar Suwardi.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

Suwardi juga siap melakukan tanda tangan surat pernyataan bermaterai yang berisikan pembantahan tuduhan warga.

Terpisah, Kapolsek Karangploso, AKP Bambang Sidik mengaku akan melakukan proses hukum bila sudah ada laporan polisi dari keluarga.

"Jadi ini biar diselesaikan dahulu duduk perkaranya. Kalau warga yang melapor maka tidak bisa. Kecuali pihak korban yang melapor dan nanti akan bersinggungan dengan Pasal 284," tegasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.