Rabu, 10 Jun 2026 13:40 WIB

Pilkada Gresik 2020

Dokter Alif Ajak Santri Menjaga Hati dan Saling Menghormati

Cawabup Gresik dr. Asluchul Alif menjadi narasumber dialog interaktif Hari Santri Nasional 2020
Cawabup Gresik dr. Asluchul Alif menjadi narasumber dialog interaktif Hari Santri Nasional 2020

jatimnow.com - Calon Wakil Bupati (Cawabup) Gresik dr. Asluchul Alif menjadi narasumber dialog interaktif peringatan Hari Santri Nasional 2020 bertema 'Peranan Santri dalam Menjaga dan Membangun Negeri' di Ponpes Al-Ikhlas Desa Dalegan, Kecamatan Panceng.

Dalam dialog yang digelar Kamis (22/10/2020) siang itu, Dokter Alif bahwa menjaga hati dan saling menghormati bisa menjadi kunci seorang santri dalam mencapai kesuksesan.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

"Ucapan dan gerak gerik tubuh itu digerakan oleh segumpal darah bernama hati. Sehingga jika santri atau seseorang bisa menata hati, tentu tindakan dan pikirannya selalu positif," ungkap Dokter Alif di hadapan puluhan santri.

Dengan mengenakan sarung hitam, baju putih dan kopyah, Cawabup Pasangan Calon Bupati Gresik Qosim ini menjelaskan pentingnya saling menghormati sesama. Terutama orang tua dan guru.

"Dalam kitab taklim muta'alim sudah dijelakan pentingnya menghormati guru atau orang tua. Sehingga ilmu kita bermanfaatkan dan yang kita kerjakan berhasil," tegas Cawabup nomor urut 1 itu.

Bapak tiga anak ini juga meminta para santri agar tidak berkecil hati. Hal ini lantaran banyak contoh seorang santri bisa menjadi orang hebat dan bisa menjadi pemimpin.

Baca Juga: JIIPE Peduli Bagikan Puluhan Hewan Kurban ke Masyarakat Gresik

"Buktinya Pak Qodir bisa menjadi Ketua DPRD Gresik. Gus Dur bisa menjadi Presiden dan banyak tokoh santri lainnya. Yang terpenting adik-adik santri istiqomah dan punya cita-cita yang tinggi," tambah Dokter Alif.

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Gresik Moh. Abdul Qodir yang juga menjadi narasumber. Politisi PKB ini menyebut peran santri hari ini sangat penting terutama untuk kemaslahatan umat. Sehingga kebijakan dari Pemkab dan DPRD Gresik selalu menitiberatkan pada kepentingan masyarakat.

"Di pesantren sudah diajarkan tentang ilmu agama dan ilmu umum. Jadi santri sudah terlatih menghadapi situasi dan kondisi apapun. Tinggal bagaimana adik-adik santri memilih peran," sambung Qodir.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

Sementara Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ikhlas KH Alfin Sonhaji mengaku sengaja mengundang Dokter Alif lantaran melihat pasangan Qosim-Alif memiliki kepedulian terhadap kalangan pondok pesantren.

"Mas Alif itu seorang dokter yang paham dunia kesehatan dan Pak Qosim itu paham tentang agama dan pendidikan. Keduanya memiliki keserasian. Sebab seorang santri harus bisa memahami disiplin ilmu," ungkap kiai yang mengasuh 900 santri ini.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.