Minggu, 21 Jun 2026 12:28 WIB

Muncikari Prostitusi Online di Mojokerto Banderol Siswi SMA Rp 1 Juta

Kedua muncikari yang diamankan Unit PPA Satrekrim Polres Mojokerto
Kedua muncikari yang diamankan Unit PPA Satrekrim Polres Mojokerto

jatimnow.com - Dua muncikari telah ditangkap Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto.

Kedua pria yang berperan sebagai muncikari itu adalah Sofyan Maulana Riski (18) dan Mohammad Agung Muliono (20).

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Baca juga: Tawarkan Siswi SMA, Prostitusi Online di Mojokerto Dibongkar

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, modus kedua pelaku mencari korban yang masih duduk di bangku sekolah setelah mendapat pesanan dari lelaki hidung belang.

"Korban ada berumur 18 tahun tapi masih duduk di bangku sekolah SMA dan ada juga yang berumur 16 tahun. Lelaki hidung belang menghubungi muncikari, lalu mereka mencari korban atau masyarakat yang bersedia untuk berhubungan layaknya suami istri tanpa ada status dengan menawarkan upah Rp 1 juta," kata Dony, Rabu (7/10/2020).

"Disinilah terjadi perdagangan manusia yang mana pelaku mengambil keuntungan bervariasi ada Rp 200 ribu dan Rp 300 ribu dengan menjual seseorang sehingga tidak utuh diberikan Rp 1 juta kepada korban," tambahnya.

Alumni Akpol 2000 ini menjelaskan, pihaknya akan melakukan penyidikan lebih lanjut kasus perdagangan manusia atau anak dibawah umur ini.

"Satreskrim tidak akan berhenti di sini dan akan melakukan pengembangan jaringan-jaringan lain supaya wilayah hukum Kabupaten Mojokerto bersih dari pelanggaran-pelanggaran seperti ini," tegasnya.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Sementara itu, Sofyan salah satu pelaku menyebut, dirinya mencari korban lewat media sosial Facebook dan lanjut melalui pesan berantai WhatsApp.

"Lewat Facebook, saya simpan nomernya sudah 1 tahun. Saya Ndak nawarin cuma saya disuruh carikan saja, saya kasih nomernya sendiri tidak mau, maunya lewat saya," ungkapnya.

Pria berkepala plontos ini menjelaskan, dirinya mendapat uang Rp 1,1 juta dari pria hidung belang yang memesan.

"Saya kasih Rp 1 juta, anaknya ngasih saya Rp 200 ribu dan dikasih orangnya (pria hidung belang) Rp 100 ribu. Anaknya sudah sering begitu, tidak hanya lewat saya saja pak lewat temannya sendiri juga," tukasnya.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Sofyan juga sempat memakai jasa korban yang masih duduk di bangku sekolah SMA dan membayarnya juga.

"Sudah pak dan bayar pak karena kasihan. Mereka melakukan begitu karena kebutuhan dan saya tidak kenal pelanggannya pak," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.