Minggu, 14 Jun 2026 10:54 WIB

Pilwali Pasuruan 2020

Cawali Teno Merasa Narasi Pidatonya Diplesetkan: Pasti Ada Upaya Hukum

  • Penulis : Moch Rois
  • | Jumat, 02 Okt 2020 19:33 WIB
Paslon Teno-Hasjim di Pilwali Pasuruan 2020
Paslon Teno-Hasjim di Pilwali Pasuruan 2020

jatimnow.com - Calon Wali Kota (Cawali) Pasuruan Nomor Urut 2, Raharto Teno Prasetyo (Teno) mengaku dirugikan dengan beredarnya penggalan video pidatonya dalam deklarasi kampanye damai yang digelar KPU setempat beberapa waktu lalu.

Teno menyebut bahwa narasinya diplesetkan seolah-olah dirinya akan mengganti Pancasila menjadi ekasila dan trisila.

Baca Juga: Pancasila Harga Mati, Eks GMNI Serukan Perubahan Struktural

"Pasti kami paslon Tegas merasa dirugikan," jelas Teno saat menggelar konferensi pers di salah satu rumah makan Jalan Veteran Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Jumat (2/10/2020).

Selain itu, Tim Paslon Raharto Teno Prasetyo-M Hasjim Asjari (Tegas) juga akan menempuh jalur hukum terhadap pihak yang menyebarkan video dengan narasi yang diplesetkan. Menurutnya, tindakan itu menjurus ke kampanye hitam.

"Pasti ada upaya hukum. Kalau kita melihat potongan-potongan itu, sebenarnya tidak ada yang menyebutkan saya akan mengganti Pancasila. Tetapi justru narasinya yang dituliskan seperti kita ketahui bersama, itulah yang membuat hasutan," papar Teno.

Baca juga:  Sebut Trisila dan Ekasila saat Pidato, Ini Penjelasan Cawali Teno

Pidato Teno yang disebut-sebut terjadi pada deklarasi damai yang digelar KPU Kota Pasuruan di Hotel Horison pada 26 September 2020. Dalam video itu Teno memang menyebut perihal trisila dan ekasila.

Baca Juga: Indosat Bekali UMKM Pasuruan Strategi Konten Viral dan Optimasi Produk

"Jika kita peras Pancasila, muncullah ekasila, yang didapatkan dari trisila, yaitu dari sosio nasionalis, sosio demokratis, ketuhanan yang berkebudayaan. Dan jika kita peras lagi, kita kristalisasi lagi, hanya ada satu kata, untuk mewujudkan Kota Pasuruan yang lebih maju dan sejahtera adalah dengan cara bergotongroyong," isi video penggalan pidato Teno seperti dilihat jatimnow.com, Jumat (2/10/2020).

Penggalan video pidato Teno itupun menjadi polemik. Warganet menganggap Teno berniat mengubah Pancasila. Menanggapi itu, Teno mengaku heran. Dia menyebut tidak ada statementnya yang ingin mengubah Pancasila jadi ekasila ataupun trisila.

"Saya heran. Bagi teman-teman wartawan yang sempat menyaksikan sendiri, pidato dan penggalan pidato saya, yang saya lontarkan saat deklarasi damai, saya ingin bertanya. Statement mana yang dari saya yang ingin merubah pancasila?" tanya Teno.

Baca Juga: Rachmat Gobel Bahas Pancasila, Teknologi, dan Industrialisasi Berkeadilan di Unair Surabaya

Terkait adanya narasi trisila dan ekasila, Teno mengaku bahwa kalimat yang diambilnya dari pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945, dihadapan BPUPKI.

"Saya ingin hanya menyampaikan, bahwa konsepsi gotongroyong yang saya jadikan sebagai dasar perjuangan. Dan pembangunan Kota Pasuruan tidaklah didapat dari sembarang tempat. Tapi itu diambil dari pemikiran founding father kita, Bapak Proklamator Ir Sukarno," terangnya.

Kemudian Teno menjelaskan bahwa narasi gotongroyong adalah sebuah ekstraksi dari narasi besar kebangsaan. Gotongroyong menjadi pondasi besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.