Kamis, 18 Jun 2026 03:43 WIB

Viral Anak di Ponorogo Robohkan Rumah yang Bakal Ditempati Ibunya

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 22 Sep 2020 15:33 WIB
Rumah di Ponorogo yang dirobohkan paksa dengan alat berat
Rumah di Ponorogo yang dirobohkan paksa dengan alat berat

jatimnow.com - Sebuah rumah di Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo dirobohkan, diduga terkait warisan. Video perobohan rumah itu pun viral di media sosial.

Video itu salah satunya diposting akun Mas Adhi di Grup Facebook ICWP (Info Cepat Wilayah Ponorogo Tanpa Sensor). Akun ini memposting dua video dengan caption 'korban janji'.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Video pertama berdurasi 20 detik dan video kedua berdurasi 11 detik. Dua video itu berisi sebuah alat berat merobohkan rumah tanpa terdengar percakapan apapun.

"Itu rumah yang dirobohkan kemarin oleh anaknya. Perobohan tanggal 19 lalu di Desa Tumpuk," ujar Kapolsek Sawoo, AKP Paidi, Selasa (22/9/2020).

Paidi menambahkan, rumah itu berdiri di tanah milik Kasemi. Rumah itu dibangun Kalam, anak tertua Kasemi. Kalam mendirikan rumah dengan modal uang dari hasil kerja istrinya di Hongkong.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

"Tapi Kalam tinggal di rumah mertuanya di Kabupaten Trenggalek. Rumah yang dibangun itu ditempati Marji, kakak Kasemi atau pakleknya (omnya) Kalam," papar Paidi.

Paidi menyebut, 40 hari lalu Marji meninggal dunia, sehingga rumah itu kosong dan rencananya akan ditempati Kasemi. Dari situ Kalam meminta uang yang dipakainya membangun rumah diganti.

"Mintanya Rp 70 juta dan sama ibunya dikasih Rp 40 juta," jelasnya.

Baca Juga: Viral Wisatawan Asal China Diintimidasi Oknum Ojek Pangkalan di Probolinggo

Rupanya, Kalam tidak sabar menunggu kekurangan Rp 30 juta. Atas perintah istrinya, rumah itu akhirnya dirobohkan. Namun Kalam mengembalikan uang Rp 40 juta yang sudah diberikan ibu kandungnya tersebut.

"Terjadilah kejadian perobohan rumah. Tidak ada yang dirugikan, karena uang juga sudah dikembalikan," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.