Jumat, 19 Jun 2026 03:59 WIB

Pelanggar Prokes Pilkada Ponorogo 2020, Ipong Minta Tak Tebang Pilih

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 20 Sep 2020 16:36 WIB
Ilustrasi/ jatimnow.com
Ilustrasi/ jatimnow.com

jatimnow.com - Calon bupati petahana, Ipong Muchlissoni meminta Satgas Covid-19 untuk lebih tegas dan tidak tebang pilih dalam penegakan disiplin protokol kesehatan selama pelaksanaan tahapan Pilkada Ponorogo 2020. Itu dimaksudkan agar jumlah penderita Covid-19 atau Corona di Bumi Reog tidak bertambah.

"Tidak boleh tebang pilih. Apalagi di Ponorogo nanti akan ada gelaran pilkada serentak 2020," ujar Ipong Muchlissoni, Minggu (20/9/2020).

Baca Juga: Muncul Lagi Subvarian Omicron Baru BA.2.75

Ia menyebut, dalam setiap pilkada maka akan ada kerumunan massa. Mendagri telah memberikan instruksi termasuk ada di dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

"Maksimal 100 orang itu pun harus memperhatikan tempat untuk menjaga jarak," jelasnya.

Ia meminta kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo, Agus Pramono untuk merumuskan aturan yang mengacu pada instruksi Kemendagri termasuk PKPU yang bisa digunakan untuk menertibkan tahapan pilkada.

Baca Juga: PKK Jatim dan Unicef Berkolaborasi Geber Imunisasi Anak Pascapandemi

"Tegas saja. Tidak boleh tebang pilih. Jika nanti saya melanggar ya ditindak. Ini person untuk Plt Bupati Ponorogo. Pak Soedjarno (wabup) nanti kalau jadi Plt tolong aturan dan penegakan jadi perhatian serius. Kalau saya melanggar jangan takut ditindak karena itu bukan menindak bupati," tegasnya.

Selama pilkada, diakuinya untuk menghindari adanya kerumunan masa akan sangat sulit dihindari. Untuk itu Satgas Covid-19 Ponorogo harus berjalan efektif.

"Siapapun dia, kalau melanggar harus ditindak tegas dan disanksi," tandas Ipong.

Baca Juga: Polda Jatim Gandeng Mahasiswa Kedokteran Sasar Vaksinasi Pada Remaja

Sementara itu, Agus Pramono yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Satuan Tugas Covid-19 Ponorogo mengaku akan bertindak tegas meski yang melanggar adalah bupati petahana Ipong Muchlissoni.

"Yang melanggar Pak Ipong atau calon lainnya tetap akan ditindak. Tidak ada pilih-pilih," tegasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.