Minggu, 07 Jun 2026 04:51 WIB

Muncul Lagi Subvarian Omicron Baru BA.2.75

India disebut menjadi negara pertama yang melaporkan temuan sub varian omicron BA.2.75.(Foto: Pixabay via Republika)
India disebut menjadi negara pertama yang melaporkan temuan sub varian omicron BA.2.75.(Foto: Pixabay via Republika)

jatimnow.com - Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menilai kemunculan subvarian omicron BA.2.75 harus diwaspadai. Data awal menyebutkan, subvarian ini memiliki kemampuan menginfeksi tak kalah cepat dengan subvarian omicron lainnya yaitu BA.5.

"Subvarian BA.2.75 ini masih harus terus diamati. Tetapi data awal sudah memperlihatkan kecepatannya dalam menginfeksi yang tidak kalah dengan BA.5. Ini tentu harus diwaspadai," ujar Dicky saat dihubungi Republika, Kamis (7/7/2022).

Baca Juga: Indonesia Bergabung dengan GAVI, Siap Donasi USD30 Juta

Ia menjelaskan, subvarian BA.2.75 lahir dari India. Seperti diketahui, varian atau subvarian dari India ini biasanya punya potensi cukup serius jika berkaca pada varian Kappa, Delta yang dilaporkan dari negara ini. Apalagi penderita gangguan sistem kekebalan (immunocompromised) juga banyak sehingga cenderung mutasi ini punya potensi serius terkait kemampuan menginfeksi dan menular.

"Kemudian bisa juga menurunkan efikasi antibodi dan terakhir potensi keparahan yang mesti diamati. Jadi, prinsipnya adalah kehati-hatian," ujarnya.

Lebih lanjut, ia merekomendasikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang lebih ketat, lebih diawasi, dan dikuatkan literasinya mengenai memakai masker dan bagian protokol kesehatan lainnya.

"Ini untuk mengantisipasi adanya varian atau subvarian lain. (Diharapkan) aspek pemulihan tidak terganggu karena aktivitas sosial ekonomi yang berjalan," ujarnya.

Baca Juga: Bank Jatim Terima Penghargaan Jatim Bangkit Awards, Supporting Pemulihan Dampak Pandemi

Sebelumnya, dalam pemaparan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai kasus Covid-19, India disebut menjadi negara pertama yang melaporkan temuan subvarian omicron BA.2.75.

"Di Eropa dan Amerika, subvarian omicron BA.4 dan BA.5 menimbulkan gelombang baru. Kemudian di India, telah ditemukan subvarian baru BA.2.75 yang saat ini sedang kami monitor," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip dari situs resmi WHO, Kamis (7/7/2022).

Lihat Artikel Asli

Baca Juga: Kontribusi Petrokimia Gresik Mendukung Jatim Bangkit Mendapat Apresiasi

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

 

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.