Sabtu, 13 Jun 2026 02:37 WIB

Pilkada Kota Pasuruan 2020

Soal Ijazah Jadi Polemik, Teno dan Gus Ipul Ditantang Buka-bukaan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Rabu, 16 Sep 2020 20:43 WIB
Teno (kiri) dan Gus Ipul
Teno (kiri) dan Gus Ipul

jatimnow.com - Atmosfer politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Pasuruan 2020 mulai memanas. Pendukung Raharto Teno Prasetyo atau Teno dan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saling serang komentar di media sosial.

Dua kubu pendukung sama-sama membahas soal ijazah sarjana Teno dan Gus Ipul. Polemik itu muncul menyusul kedua bakal calon wali kota (bacawali) itu sama-sama memakai ijazah SMA saat mendaftar ke KPU Kota Pasuruan.

Baca Juga: Khofifah, Emil Dardak dan Mensos Gus Ipul Ikuti Salat Id di MAS

Ketua KPU Kota Pasuruan, Royce Dianasari membenarkan bila kedua bacawali itu menyerahkan syarat pencalonan menggunakan ijazah SMA.

"Jadi Pak Teno dan Pak Haji Saifullah Yusuf atau Gus Ipul pakai ijazah SMA. Dan itu boleh. Syarat minilanya SMA. Walaupun dia punya ijazah S1, S2 atau S3 misalnya, tapi untuk syarat pendaftaran itu diambil yang ijazah SMA, itu boleh. Memenuhi syarat," tandas Royce saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2020).

Baca Juga: Indosat Bekali UMKM Pasuruan Strategi Konten Viral dan Optimasi Produk

Menanggapi itu, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pijar, Lujeng Sudarto meminta kedua bacawali melakukan pembuktian terbalik untuk menepis isu yang berkembang tersebut.

"Kita menginginkan demokratisasi di Pilkada Kota Pasuruan tidak disuguhi hoaks, fitnah atau semacam polemik-polemik yang tidak menyehatkan. Baru kali ini kita mendengar ada polemik ijazah dan sebagainya. Menurut saya, kedua calon itu harus berani melakukan pembuktian terbalik. Lebih transparan. Warga nanti tidak dihadapkan seperti memilih kucing dalam karun," jelas Lujeng.

Baca Juga: Puluhan Gedung Sekolah Rakyat Permanen di Jatim Selesai Dibangun Tahun Depan

Di sisi lain, Ketua LSM Laskar Merah Putih, Yono menyebut bila nuansa politik di Pilwali Pasuruan 2020 ini sangat kental dipengaruhi aroma dendam. Sehingga tidak ada adu pemikiran, adu konsep, adu argumentasi dan diskusi yang mengarah ke pembelajaran politik kepada warga Kota Pasuruan.

"Kita tantang kedua paslon ini melakukan pembuktian terbalik. Hapus semua kebencian, hapus semua hoaks yang sudah diluncurkan di media sosial. Sehingga tidak menimbulkan character assassination (pembunuhan karakter) kepada kedua belah pihak," tegas Yono.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.