Selasa, 16 Jun 2026 08:10 WIB

Penelitian Sampah Mikroplastik di Sungai Brantas akan Ditindaklanjuti

Perum Jasa Tirta I melakukan pembersihan sampah di Sungai Brantas beberapa waktu lalu (foto dokumen)
Perum Jasa Tirta I melakukan pembersihan sampah di Sungai Brantas beberapa waktu lalu (foto dokumen)

jatimnow.com - Penelitian dari mahasiswa di Surabaya maupun Malang pada September 2020 atas keberadaan sampah mikroplastik di Sungai Brantas akan ditindaklanjuti.

Direktur Utama Perusahaan Umum Jasa Tirta (PJT) I, Raymond Valiant Ruritan mengatakan pihaknya menyikapi persoalan mikroplastik tidak dapat disimpulkan hanya dengan contoh air dari beberapa titik saja untuk menggambarkan keseluruhan kondisi yang ada.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

"Untuk itulah PJT I akan melakukan penelitian dengan melibatkan metode ilmiah yang teruji, tata cara pengambilan contoh yang representatif dan analisis yang sesuai panduan demi memperoleh pemahaman mengenai kondisi dan dampak dari mikroplastik di Sungai Brantas secara real," jelas Raymond, Kamis (10/9/2020).

Menurutnya, mikroplastik adalah butiran plastik dengan ukuran kurang dari 5 mm, sebagian dapat diamati secara visual, namun semakin kecil ukurannya maka memerlukan metode yang lebih khusus untuk mengetahui jumlah dan kerapatannya.

"Penelitian mikroplastik tidak semata-mata dengan melihat kandungannya di dalam air secara visual atau memakai kaca pembesar, karena terbatas sifatnya," ujar dia.

Jika penelitian secara visual perlu mikroskop dengan pembesaran setidaknya 100 kali dan terhadap mikroplastik dengan ukuran kurang dari 200 mikron memerlukan instrumentasi dengan fourier transform infrared (FITR).

Direncanakan, PJT I akan mengundang para mahasiswa yang telah memperhatikan Sungai Brantas untuk berdiskusi mengenai mikroplastik.

PJT I juga mendorong adanya edukasi bersama untuk menempatkan persoalan secara proporsional dan mengikhtiarkan pengurangan pemakaian plastik.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Mikroplastik belum termasuk dalam parameter pemantauan kualitas air untuk baku mutu air sungai sesuai Peraturan Daerah Jatim Nomor 2 Tahun 2008. Baru sekitar 2 tahun terakhir mikroplastik ini mengemuka," terang dia.

Beberapa waktu lalu Environmental Green Society (Envigreen Society) mahasiswa Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mendapati Kali Brantas tercemar mikroplastik.

Sejak 30-31 Agustus 2020, enam orang mahasiswa Biologi ini melakukan penilaian cepat untuk kontaminasi di Ekosistem Kali Brantas atau Rapid Assessment for microplastic contamination in Brantas River Ecosystem. Penilaian cepat ini menunjukkan buruknya kualitas air akibat kontaminasi mikroplastik.

Seorang peneliti, Rafika Aprilianti menyebutkan bahwa mikroplastik berbahaya ketika mengkontaminasi makhluk hidup karena dapat menyebabkan gangguan sistem saraf, hormon, bahkan dapat meningkatkan risiko kanker.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

Mereka melakukan pemantauan kesehatan Kali Brantas pada tiga lokasi yang berbeda yaitu di Desa Bumiaji Kota Batu, Sengkaling Kabupaten Malang dan Klojen, Kota Malang tepatnya di daerah pasar hewan Splindit dengan mangamati kontaminasi mikroplastik.

Hasil penelitian menunjukan semuanya positif mengandung mikroplastik dari jenis fiber, filamen dan fragmen yang menunjukkan bahwa Sungai Brantas di Malang Raya didominasi oleh mikroplastik jenis fiber yang bersumber dari serpihan tekstil.

Di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ditemukan 10 mikroplastik dalam 100 L air Kali Brantas. Sengkaling di Kecamatan Dau, ditemukan 19 mikroplastik dalam 100 L air, dan Kecamatan Klojen ditemukan 15 mikroplastik dalam 100 L air.

Direktur Utama Perusahaan Umum Jasa Tirta (PJT) I, Raymond Valiant Ruritan 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.