Kamis, 18 Jun 2026 09:20 WIB

Santri Ponpes Hudatul Muna 2 Ponorogo Diajari Berkreasi & Berwirausaha

Dua santri menunjukkan sambal pecel yang sudah dikemas/Foto: Mita Kusuma
Dua santri menunjukkan sambal pecel yang sudah dikemas/Foto: Mita Kusuma

jatimnow.com - Kehidupan santri di pondok pesantren (Ponpes), tak melulu hanya diisi dengan ngaji dan beribadah. Inilah yang dilakukan oleh santri Pondok Pesantren Hudatul Muna 2 Ponorogo.

Mereka berkreasi membuat sambal pecel untuk dijual. Hasilnya, tentu untuk menopang perekonomian pondok. Santri yang tidak mampu pun tetap bisa mondok tanpa dibebani biaya.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Enam orang santri nampak sibuk dalam satu ruangan. Ada dua orang yang mengupas bawang putih, dua orang lain tengah memilah cabai besar dan cabai kecil, satu orang terlihat sibuk mengoven dan satu orang lagi terlihat sibuk membungkus.

"Sambal pecel disini beda dengan yang lain, kalau disini bukan disangrai tapi dioven," tutur salah satu santri, Yazid Bastomi, Sabtu (19/5/2018).

Yazid menjelaskan dengan dioven, tampilan sambal pecel olahannya lebih bagus dan menarik. "Sekaligus lebih tahan lama, bisa sampai 6 bulan," terangnya.

Dalam satu hari, lanjut Yazid, setidaknya menghabiskan 25 kg kacang tanah. Kacang tanah seberat 25 kg itu menghasilkan 37 kg sambal pecel.

Untuk proses pembuatan sambal pecel ini dibutuhkan waktu hingga satu hari, mulai dari penyiapan bahan-bahan. Kacang tanah dioven selama dua jam.

Sembari menunggu kacang tanah matang, bawang putih pun juga turut dioven selama 30 menit.

Baca Juga: Lomba Pioneering Latih Kekompakan dan Mental Santri Nurul Jadid

Salah satu santri mengoven sambal pecel yang telah diproses

"Terus ada santri yang bertugas memisahkan cabai dari tangkainya, kemudian dicampur dengan bumbu lain seperti gula merah, bawang putih, kacang, garam, daun jeruk. Lanjut dihaluskan dengan mesin selep dan terakhir dikemas," ujarnya.

Sementara itu, pengurus PP Hudatul Muna 2, Fauzi Muhtarom menambahkan untuk kemasan sambal pecel ada 175 gram dan 350 gram dipasarkan dengan nama 'keriz'.

"Kalau yang berat 175 gram harga Rp 8 ribu dan yang 350 gram harga Rp 15 ribu. Cukup terjangkau. Namun menghasilkan laba yang cukup besar," katanya.

Dalam satu bulan, lanjut ia, usaha yang dirintis sejak tahun 2003 ini mampu meraup omzet Rp 52 juta. Ia mengaku, sehari bisa menjual 37 kg sambal pecel dengan sistem titip jual ke toko dan swalayan di Ponorogo.

Baca Juga: Pesan Kiai Zuhri Zaini, Mengapa Beragama Tak Cukup Hanya Modal Cerdas?

Pelanggan pun tidak hanya di Ponorogo saja, seperti dari kota Magetan, Madiun dan Pacitan. "Selain santri yang bertugas membuat sambal pecel, adapula santri yang bertugas menjual," katanya.

Selain menopang ekonomi pondok, ia mengaku, ingin membekali ratusan santrinya tidak hanya ilmu agama saja tapi juga ilmu berwirausaha. "Agar nantinya ketika terjun ke masyarakat juga punya keahlian lebih," pungkasnya.

Reporter: Mita Kusuma

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.