Minggu, 21 Jun 2026 04:26 WIB

Tak Punya Kartu Tani, 30 Ribu Petani Ponorogo Sulit Beli Pupuk Subsidi

Pupuk bersubsidi
Pupuk bersubsidi

jatimnow.com - 30 ribu petani di Ponorogo hingga kini belum mengantongi kartu tani meskipun telah terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Perikanan dan Peternakan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo akan kembali mendata para petani yang belum mengantongi kartu tani.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Total ada 109.996 petani di Ponorogo yang telah terdaftar dalam e-RDKK," kata Kepala Dipertahankan, Andy Susetyo, Rabu (2/9/2020).

Menurutnya, penggunaan kartu tani dimaksudkan agar para petani menggunakan pupuk subsidi sesuai dengan kebutuhan dan luas lahan yang telah terdata dalam e-RDKK. Sehingga petani tidak bisa melebih-lebihkan penggunaan pupuk bersubisidi.

"Ketika jumlah kebutuhan pupuk yang terdata dalam kartu tani telah terpenuhi, petani tidak bisa lagi menerima pupuk bersubsidi. Solusinya petani harus rela membeli pupuk non subsidi,” terangnya

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Dispertahankan mengusulkan kepada Dinas Pertanian Provinsi dan Kementrian Pertanian agar petani yang belum mengantongi kartu tani namun terdaftar dalam e-RDKK untuk sementara menggunakan KTP-elektronik sebagai pengganti kartu tani.

"2020 ini kita hanya memenuhi kekurangan kartu tani yang sebelumnya belum diselesaikan sampai 25 September," ujarnya.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

Ia mengimbau kepada petani yang belum mengantongi kartu tani dan belum masuk ke dalam e-RDKK agar bergabung dalam kelompok tani sehingga terdata pada pendataan Tahun 2021.

“Untuk yang belum e-RDKK ini nanti bisa ikut kelompok tani dan bisa ikut dalam pengusulan e-RDKK 2021," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.