Senin, 15 Jun 2026 14:37 WIB

Butuh Biaya Pulang Kampung, Pria ini Congkel Kotak Amal Musala

  • Penulis :
  • | Sabtu, 19 Mei 2018 11:23 WIB
Muhtadi (dua dari kanan) saat diamankan di Mapolsek Sukomanunggal.
Muhtadi (dua dari kanan) saat diamankan di Mapolsek Sukomanunggal.

jatimnow.com – Muhtadi, seakan sudah kehabisan akal mencari uang. Padahal, dia harus pulang kampung sebelum ramadan datang. Pria 39 tahun asal Arosbaya, Bangkalan Madura ini pun akhirnya mengambil jalan pintas dalam mencari uang.

Ia nekat mencongkel kotak amal musala dengan maksud mengambil uang di dalamnya. Namun, Muhtadi akhirnya babak belur dihakimi massa karena aksinya kepergok warga. Selain harus menahan rasa sakit, kini dia juga harus mendekam di penjara.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

"Pelaku (Muhtadi) berpura-pura salat di Musala An-Nur di kawasan Sukomanunggal Surabaya. Setelah sepi, dia satroni kotak amal di musala itu," sebut Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal, Iptu Misdianto, Sabtu (19/5/2018).

Aksi nekat itu dilakukan Muhtadi pada Selasa (15/5/2018) siang. Saat itu, Muhtadi berpura-pura Salat Duhur. Setelah memastikan keadaan musala sepi jamaah, Muhtadi beraksi. Dia mencongkel kotak amal dengan menggunakan obeng yang telah dibawanya.

"Pas sudah berhasil mencongkel kotak amal. Ada warga melintas dan memergoki aksi pelaku," sambung Misdianto.

Setelah aksinya diketahui warga, Muhtadi dikepung warga dan digepuki hingga babak belur. Beruntung nyawanya selamat setelah sejumlah anggota Polsek Sukomanunggal datang ke TKP dan meredam aksi warga.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Persoalkan Ultimatum 7 Hari Pengambilan Gamelan

"Kami bawa dia ke rumah sakit untuk mendapat perawatan," kata Misdianto.

Setelah mendapat perawatan, Muhtadi dibawa ke Mapolsek untuk diperiksa lebih lanjut. Dalam pemeriksaan terungkap bahwa Muhtadi nekat menyatroni kotak amal musala karena butuh uang untuk pulang kampung ke Madura. Sebab sudah beberapa bulan terakhir, dia menganggur dan kehabisan uang.

 

Baca Juga: Dua Bulan Operasi, 192 Bandit Jalanan Surabaya Dikerangkeng

Reporter: Narendra Bakrie

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.