Rabu, 17 Jun 2026 03:38 WIB

Pilwali Surabaya 2020: PDIP Kalah, Efeknya Bisa ke Pemilu 2024

PDI Perjuangan (Foto: Republika)
PDI Perjuangan (Foto: Republika)

jatimnow.com - Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Kris Nugroho menilai terus mundurnya pengumuman calon PDI Perjuangan (PDIP) untuk Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya bisa merugikan partai berlogo banteng moncong putih itu.

"Saya nggak tahu apakah di internal PDIP ada masalah komunikasi yang tidak singkron antara DPC, DPD, DPP atau tidak. Tapi konsekuensi mundurnya atau tertundanya pengumuman calon PDIP untuk Pilwali Surabaya, jelas saya analisa sebagai dosen politik, dampaknya semakin lama semakin ditunda akan membuat kerugian politik," ujar Kris Jumat (28/8/2020).

Baca Juga: PDIP Lamongan Siapkan Dirham Akbar Aksara di Bursa Pilbup 2029

Kris yang juga staf pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair ini menerangkan, kerugian politik yang akan dialami PDIP itu bisa terjadi ketika semakin mengulur waktu pengumunan rekomendasi pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya.

"Di antaranya adalah sosialisasi terhadap nama calon tidak bisa dimulai maksimal. Karena apa, kalau diumumkan pada masa tahapan pendaftaran 4-6 September atau mendekati tanggal 3-4 September, itu mendadak. Dan akan menimbulkan dampak psikologi yang merugikan pengurus di DPC. Karena persiapan mereka untuk menerima pasangan calon itu mendadak," terangnya.

"Padahal DPC punya aspirasi dari bawah. Tapi aspirasi tidak diakomodasi oleh DPP akan menimbulkan beban psikologi. Walaupun toh pada akhirnya diumumkan, tapi psikologi membuat DPC terombang-ambing," tambahnya.

Menurutnya, dengan belum ditunjuknya pasangan calon dari PDIP di Pilwali Surabaya 2020, maka calon yang diusung PDIP akan kalah dengan calon wali kota yang sudah diusung koalisi 8 partai yaitu Machfud Arifin.

Baca Juga: Usai Dilantik, Ketua DPRD Surabaya Fokus Perkuat Komunikasi dan Serap Aspirasi

"Ya karena sudah terlambat. Momen politiknya sudah berkurang. Kalau sejak dua bulan lalu PDIP sudah mulai gencar mensosialisasikan calonnya dan tinggal hari ini digedok saja, maka sudah calon dari PDIP ini sudah dikenal masyarakat," papar Kris.

"Coba dilihat berita-berita di media massa, MA (Machfud Arifin) sudah jalan ke mana-mana. Namanya sudah dikenal di masyarakat. Meresmikan ini, jalan sehat, turun ke kampung, itu kan kredit poin bagi MA," terangnya.

Kris menegaskan kembali, Kota Surabaya menjadi partaruhan politik. Jika DPP PDIP keliru mengambil keputusan dan kalah, efek kekalahannya juga besar.

Baca Juga: May Day 2026, PDIP Surabaya Bagikan MBG Pada Ojol Perempuan

"Kalah akan menimbulkan kekecewaan. Kemudian menggerakkan mesin politiknya untuk loyal lagi dan militan di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 akan sulit," terangnya.

"Siapa yang bisa menjamin (suara kemenangan) PDIP di 2024 untuk Surabaya. Peta politik di 2024 bisa jadi sudah berbeda," tandas Kris.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.