Senin, 15 Jun 2026 02:08 WIB

Petani ini Merasakan 'Manisnya' Menanam Pumpkins Butternut Squash

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 16 Agu 2020 13:17 WIB
Putut Sudarsono di kebun pumpkins butternut squash yang dikelolanya
Putut Sudarsono di kebun pumpkins butternut squash yang dikelolanya

jatimnow.com - Melihat peluang pumpkins butternut squash atau yang lebih dikenal dengan labu madu, Putut Sudarsono asal Desa Glinggang, Kecamatan Sampung, Ponorogo kini menekuni menjadi petani.

Pria berusia 29 tahun itu menceritakan dirinya mulai menjadi petani labu madu karena diminta oleh Pemerintah Desa (Pemdes) untuk memberdayakan pemuda di Desa Glinggang.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Biasanya petani di sini mengurus sawah. Dan saya mencoba bertani pumpkins butternut," katanya, Minggu (16/8/2020).

Ia menyebut alasan dirinya untuk menanam labu madu karena di Ponorogo belum ada yang menanamnya dan juga pumpkins butternut squash masa panen lebih singkat.

"Lebih mudah karena 80 hari sudah bisa panen, kalau melon atau semangka kan lebih. Sedang perawatannya juga lebih mudah dibandingkan melon dan semangka serta harga jualnya lebih stabil," terang dia.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Kendala yang harus dihadapi para petani ketika awal tanam adalah serangan hama saat batangnya masih lunak. Untuk tanaman berusia 20 hari, kadang terkena keriting daun atau terpapar virus dan jamur.

Buah yang dapat bertahan hingga 6 bulan itu oleh Putut kemudian dijual hingga ke Jawa Barat dan Jakarta. Manisnya buah dan harga jual yang bagus membuatnya memilih menekuni kebunnya.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

"Untuk rasanya manis seperti Ubi Cilembu. Setelah panen dapat diolah lagi biasanya untuk bahan donat. Buah ini bisa bertahan hingga enam bulan setelah panen," pungkas Putut.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.