Jumat, 19 Jun 2026 06:48 WIB

Kasus Ibu Melahirkan di Kamar Mandi, Kerja Dinkes Kota Batu Dievaluasi

Rapat dengar pendapat Komisi C DPRD dan Dinkes Kota Batu
Rapat dengar pendapat Komisi C DPRD dan Dinkes Kota Batu

jatimnow.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu memenuhi panggilan Komisi C DPRD kota setempat untuk menjelaskan duduk perkara peristiwa yang menimpa Fitria Romantika, ibu muda yang melahirkan di kamar mandi rumahnya di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji.

Dalam rapat gelar pendapat itu, Komisi C DPRD Kota Batu menekankan agar dinkes memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Mereka juga meminta agar dinkes bersama UPT Puskesmas Bumiaji meminta maaf kepada Fitria.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Soroti Adanya Kepala Puskesmas yang Rangkap Jabatan

Bahkan komisi c juga akan mengevaluasi anggaran dinkes. Sebab anggaran yang telah disetujui sebesar Rp 29 miliar selama masa Pandemi Covid-19, dianggap tidak bisa memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Itu tujuan kami panggil Dinkes Batu. Dewan menilai kinerja mereka tidak maksimal. Contohnya adanya peristiwa Fitria Rohmatika yang melahirkan di dalam kamar mandi rumahnya," terang Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Didik Mahmud, Senin (10/8/2020).

Situasi sempat memanas lantaran nada suara beberapa anggota dewan sempat meninggi. Seperti nada Didik ketika mengomentari peristiwa yang terjadi terhadap Fitria. Alasan ia emosi lantaran tidak profesionalnya dinkes dalam memberikan pelayanan yang menyangkut keselamatan warga.

Baca juga:  

"Cukup sekali saja, jangan terulang lagi. Oke ini pelajaran bersama dan jangan sampai terjadi di puskesmas lain. Cukup UPT Puskesmas Bumiaji saja. Ingat ini jadi catatan kita bersama," ungkap Didik.

Menurut Didik, harusnya koordinasi antara Dinkes Kota Batu, bidan dan puskesmas bisa sejalan dan bisa menyamakan persepsi dalam penanganan dan pelayanan di masa Pandemi Covid-19. Tak cukup sampai di situ, Didik menambahkan bahwa harusnya kadinkes mengakui kesalahan anak buahnya sebagai tanggungjawab pimpinan.

"Terhadap peristiwa ini kami berjanji ke depan akan memantau penganggaran dinkes lebih detail," tambah Didik sembari menyebut bahwa laporan keuangan dinkes juga belum dilaporkan kepada dewan. Padahal pada 11 Agustus 2020 akan dilaksanakan rapat perubahan anggaran keuangan (PAK).

Sementara Ketua Komisi C DPRD Batu, Khamim Thohari mengingatkan jangan sampai ada peristiwa serupa seperti yang menimpa Fitria. Khamim juga menuntut supaya ada evaluasi besar-besaran.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

"Tolong dicermati dan lebih hati-hati memberikan keterangan agar kasus kelahiran seperti kemarin tidak terjadi lagi. Kami minta bidan dikumpulkan untuk diberikan sosialisasi agar ada keseragaman istilah bisa satu persepsi," sambung Khamim.

Sebab menurutnya, masalah itu bukan karena waktu melahirkan seperti yang disampaikan dinkes. Namun adanya keterangan tulisan 'Covid:+' yang tidak disertai dengan penjelasan.

"Sehingga menimbulkan kekhawatiran semua orang. Sehingga Fitria ditolak di mana-mana," urainya.

Setelah rapat dengar pendapat, Kepala Dinkes Kota Batu, Kartika Trisulandari mengaku jika setelah adanya kasus itu, dinkes langsung memanggil pihak bidan untuk diklarifikasi dan dimintai keterangan.

"Bukan itu saja, kami juga melakukan audit internal terhadap peristiwa ibu melahirkan di kamar mandi. Masalah tulisan, memang cara penulisan di buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) menjadi medical report pasien yang kami simpan, itu juga kami audit. Kasus ibu hamil banyak berpindah tempat sehingga riwayatnya harus diketahui," papar Kartika.

Baca Juga: Kasus DBD di Lamongan Turun Drastis Dibanding Tahun Lalu

Dinkes Kota Batu juga akan mengevaluasi agar keterangan di buku KIA tidak menimbulkan salah tafsir. Kartika mengatakan, tulisan 'Covid:+' di buku KIA milik Fitria seharusnya ditulis reaktif, yang menandakan hasil tes cepatnya reaktif.

"Ke depan kami berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sebagai lembaga pelayanan publik, memang sering mendapat komplain," tambah Kartika.

Terkait laporan keuangan, Kartika berjanji memberikan laporan penggunaan anggaran kepada dewan pada 11 Agustus 2020. Katanya, laporan tersebut selesai disusun pada 8 Agustus lalu.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.