Senin, 15 Jun 2026 14:36 WIB

Biaya SPP dan Pembangunan Sport Center SMAN 1 Mojosari Diprotes

Para orangtua siswa saat mendatangi SMAN 1 Mojosari, Mojokerto
Para orangtua siswa saat mendatangi SMAN 1 Mojosari, Mojokerto

jatimnow.com - Puluhan orangtua siswa mendatangi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Mojosari, Senin (10/8/2020). Mereka memprotes besarnya pembayaran SPP dan iuran untuk pembangunan sport center.

Saat tiba di sekolah, para orangtua siswa kelas X hingga XII yang didominasi emak-emak itu memprotes adanya pembayaran SPP senilai Rp 250 ribu dan pembangunan sport center sebesar Rp 600 ribu.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Agus Siswanto, salah satu orangtua siswa menyebut bahwa pada Kamis (6/8/2020) lalu ada rapat komite dengan lima perwakilan orangtua siswa yang ada di paguyuban orangtua.

"Dari hasil rapat itu ada pembayaran sebesar Rp 250 ribu untuk peningkatan mutu pendidikan dan Rp 600 ribu untuk pembangunan sport center. Semua dipukul rata dari kelas X, XI dan XII," papar Agus.

Puluhan orangtua itu kemudian masuk ke ruang kepala sekolah untuk melakukan audiensi. Sempat terjadi adu argumen karena orangtua siswa enggan mengisi daftar nama.

"Tuntutan merasa banyak tarikan, ya keberatan apalagi dalam masa pandemi ini. Hasil audiensi tadi ternyata bisa diangsur selama satu tahu, cuma kemarin tidak ada penjelasan," tambahnya.

Salah satu orangtua siswa menunjukkan tarikan yang dibebankan oleh SMAN 1 Mojosari, MojokertoSalah satu orangtua siswa menunjukkan tarikan yang dibebankan oleh SMAN 1 Mojosari, Mojokerto

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

"Keberatannya wali muri ini kenapa? Kok sebegitu banyak, itu aja intinya. Mereka tahunya apa yang diinfokan ke media massa tentang pernyataan Bu Khofifah per Juli 2019 SPP itu gratis, tapi pada kenyataannya SPP gratis itu ditiadakan tapi istilahnya berubah infaq dan sodaqoh. Sebenarnya metodenya kan tidak ada penekanan," tambah Choi, salah satu orangtua siswa kelas X.

Sementara Kepala SMAN 1 Mojosari, Ibnu Mudzakir menjelaskan, datangnya para orangtua ke sekolah itu hanya karena terjadi miss komunikasi.

"Tadi intinya tidak keberatan, cuma miss komunikasi. Tuntutannya ya terakhir tadi minta di-share persyaratan minta keringanan atau pembebasan dan saya tadi persyaratan sudah saya sampaikan sebanyak itu. Mungkin orangtua tingkat kepahaman berbeda-beda, sehingga ada yang paham ada yang tidak," papar Ibnu.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Ibnu menyebut, tarikan itu dilakukan karena operasional sekolah tetap berjalan dan kesejahteraan Guru Tidak Tetap (GTT) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT) juga harus dijamin.

"Meskipun pandemi tapi operasional tetap berjalan, terutama yang saya utamakan itu terkait dengan kesejahteraan teman-teman GTT PTT. Terus yang kedua kegiatan siswa meskipun pandemi masih aktif. Jika anda ke sini, ya tiap hari banyak anak-anak yang ke sini kegiatannya seperti ekstra dan OSIS," bebernya.

"Hasilnya tadi disepakati intinya menerima, tapi yang jelas bagi yang tidak mampu atau kurang mampu bisa mengajukan keringanan dengan syarat surat keterangan minta dari desa atau pip, KIS dan PKH," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.