Selasa, 16 Jun 2026 14:59 WIB

Viral Jenazah Pasien Diabetes Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

  • Penulis : Moch Rois
  • | Selasa, 04 Agu 2020 15:51 WIB
Proses pemakaman dengan protokol Covid-19 yang diposting keluarga pasien
Proses pemakaman dengan protokol Covid-19 yang diposting keluarga pasien

jatimnow.com - Sebuah postingan yang berisi tentang jenazah pasien diabetes dimamakamkan dengan protokol Covid-19, viral. Belakangan diketahui peristiwa itu terjadi di Kota Pasuruan.

Salah satu akun Facebook yang memposting peristiwa itu adalah akun Tea Ranich. Hingga pukul 15.00 Wib, postingan itu direspon 406 orang, dikomentari 298 kali dan dibagikan 447 kali.

Baca Juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

"Saya tau ibu saya sudah meninggal dari tadi. Kenapa harus saya dipaksa tanda tangan seolah-olah masih harus dikasih tindakan. Dan disertai itu mengiyakan kalo jenazah terinfeksi Covid. Saya bukan orang pintar dok, tapi saya bisa baca hasil tesnya negatif. Tapi kenapa saya harus menyetujui jika ibu saya Covid, hanya karena gejala panas dan sesak. Tentunya semua orang sakit juga mengalami panas," tulis Tea.

Dia juga mengaku terus dipaksa sampai dalam mengambil jenazah di kamar pemulasaran rumah sakit.

Baca Juga: Medsos Bikin Anak Makin Individualis, Pakar Tekankan Peran Krusial Orang Tua

"Isi surat pengambilan jenazah yang pertama menyatakan jenazah terkena covid, tapi tidak saya setujui, karena memang hasil lab negatif," tambah Tea yang bernama asli Firanika Pratiwi (35), saat ditemui di rumahnya di wilayah Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan.

Penolakan itu membuat rumah sakit menyodorinya surat lagi, yaitu berisi agar kesediaan keluarga agar jenazah pasien dimakamkan di tempat pemakaman khusus Covid-19 Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Hal itu juga ditolak Tea.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Sehingga pasien itu akhirnya dimakamkan di tempat pemakaman khusus keluarga di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Akibat surat dari rumah sakit itu pula, keluarga Tea membeli APD lengkap dan memakamkan ibunya.

"Kemudian saya tetap tanda tangan bersedia memenuhi prosedur pemakaman covid dari pemerintah, dengan catatan tanpa ada keterangan yang menyatakan jenazah terkena covid dan kedua tempat pemakaman kita yang menentukan bukan dari pemakaman covid," tukasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.