Jumat, 19 Jun 2026 09:35 WIB

Pandemi Covid-19

Melihat Simulasi Belajar Tatap Muka di Sekolah Tangguh Semeru Lamongan

Forkopimda meninjau simulasi belajar mengajar tatap muka di Sekolah Tangguh Semeru, SMP Negeri 3 Lamongan
Forkopimda meninjau simulasi belajar mengajar tatap muka di Sekolah Tangguh Semeru, SMP Negeri 3 Lamongan

jatimnow.com - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lamongan meninjau simulasi dan sosialisasi Sekolah Tangguh Semeru di SMP Negeri 3 Lamongan, Selasa (28/7/2020).

Bupati Lamongan Fadeli berharap, bila sudah mendapat izin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sekolah-sekolah di Lamongan dapat menjadi Sekolah Tangguh semeru, sehingga meski dalam masa Pandemi Covid-19, proses belajar mengajar tetap dapat dilaksanakan.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Pelaksanaan sekolah tatap muka ini masih dalam tahap simulasi, belum benar-benar masuk. Kalau nanti sudah ada lampu hijau dari Kemendikbud, kita bisa segera melaksanakan sekolah sesuai dengan protokol kesehatan di era new normal," ujar Bupati Fadeli.

Terkait dengan sekolah-sekolah yang terkendala dalam hal pelaksanaan tatap muka serta kendala jaringan, Bupati Fadeli menegaskan bahwa guru masih dapat melakukan pembelajaran melalui sistem guru kunjung.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Simulasi belajar mengajar tatap muka di Sekolah Tangguh Semeru, SMP Negeri 3 LamonganSimulasi belajar mengajar tatap muka di Sekolah Tangguh Semeru, SMP Negeri 3 Lamongan

"Kita jangan sampai kehilangan banyak momen serta waktu mencerdaskan anak yang merupakan tunas bangsa. Hal ini tentunya dimulai dari kualitas sekolah yang harus kita bangun dari awal, sehingga nantinya tidak tertinggal," tambahnya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Simulasi dan sosialisasi Sekolah Tangguh Semeru ini diawali dengan meninjau kesiapan sekolah, mulai dari penerapan protokol kesehatan yang ketat seperti wajib bermasker, pemeriksaan suhu, rajin mencuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir.

"Selain itu juga wajib menjaga jarak, di mana sebagian siswa bertatap muka langsung sedang sebagian lagi secara daring mengikuti pembelajaran di rumah. Kemudian pembatasan jam belajar, ditiadakannya jam istirahat, siswa hanya istirahat di kelas serta aturan-aturan sejenis yang sesuai dengan protokol kesehatan," tandas Bupati Fadeli

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.