Minggu, 14 Jun 2026 20:02 WIB

Peringati Kudatuli, PDIP Surabaya Ajak Milenial Sadar Sejarah

Peringatan Kudatuli di Surabaya
Peringatan Kudatuli di Surabaya

jatimnow.com - Penyerbuan Kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada 27 Juli 1996 atau disebut Kudatuli, diperingati di Surabaya dengan penuh khidmat.

DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya selain menggeber diskusi daring juga menggelar serangkaian doa bersama untuk para korban dan pejuang PDIP yang meninggal, Senin (27/7).

Baca Juga: PDIP Lamongan Siapkan Dirham Akbar Aksara di Bursa Pilbup 2029

Sejak sore, kegiatan khataman Alquran di Kantor DPC PDIP dan pemberian santunan anak yatim di 5 panti asuhan serta diakhiri doa bersama untuk para korban tragedi 27 Juli 1996 serta pejuang partai yang telah meninggal.

"Kita mendoakan para korban 27 Juli 1996 dan pejuang partai yang telah mendahului kita, agar mendapatkan tempat mulia, yang tenang dan damai, di sisi Allah SWT, Tuhan YME. Beliau-beliau telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemenangan demokrasi Indonesia melawan rezim Orde Baru ketika itu," kata Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, Selasa (28/7/2020).

Doa bersama yang diisi dengan pembacaan Surat Yasin beserta bacaan tahlil serta istighosah dipimpin KH Abdul Tawaab Chudori, tokoh kiai kampung dan Gus Durian. Juga melibatkan Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Surabaya

”Kirim doa ini sekaligus keberpihakan partai untuk membela para korban dan pejuang partai, yang telah membela dan menegakkan kedaulatan PDI Perjuangan dengan darah, keringat, air mata, pengorbanan harta benda hingga nyawa," papar Adi yang juga Ketua DPRD Surabaya.

Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kota Surabaya, Ustaz Mukhlis Amal mengatakan sudah seharusnya generasi sekarang tergerak hati untuk mengenang dan menghormati para korban kerusuhan dan pejuang PDIP.

"Sebagai bangsa beradab, kita generasi penerus wajib mengenang dan menghormati para korban Kudatuli. Kita kirim doa untuk para korban dan pejuang PDIP," ujar Mukhlis Amal.

KH Abdul Chudori Tawaab berpesan agar PDIP senantiasa dekat dengan ulama.

"Kalau di PDIP ada 'Jas Merah', saya sebagai anak ideologis Gus Dur berpesan 'Jas Hijau', singkatan jangan sekali-kali melupakan jasa para ulama. Karena Indonesia dibangun oleh 2 kekuatan besar, kaum nasionalis yang dipimpin Bung Karno dan kaum religius yang dimotori Kiai Hasyim Asyari," kata Kiai Tawaab, yang dikenal sebagai kiai kampung.

Baca Juga: Usai Dilantik, Ketua DPRD Surabaya Fokus Perkuat Komunikasi dan Serap Aspirasi

Menurut Adi Sutarwijono, peringatan 27 Juli 1996 sengaja digelar 2 hari, dengan berbagai kegiatan oleh DPC PDIP Surabaya.

Tujuannya, memperkuat kesadaran sejarah pada generasi sekarang, bahwa PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri lahir dan digembleng oleh perjalanan sejarah yang tidak mudah.

"Ibu Megawati menjalani perjuangan yang penuh liku dan terjal. Betapa kesabaran revolusioner benar-benar menjadi ciri sikap beliau, yang mewujud dalam keyakinan politik yang kuat terhadap cita-cita besar Indonesia Raya, meskipun begitu banyak pula tantangan yang menghadang," ujarnya.

Suasana doa bersama berlangsung khidmat. Para kader PDIP tampak khusyuk melantunkan doa. Tak sedikit yang berkaca-kaca mengingat perjuangan di masa Orde Baru yang penuh dengan tekanan oleh aparatur negara.

PDIP Surabaya juga menggelar santunan ratusan anak yatim secara serentak di lima titik. Di kawasan Semampir, doa bersama anak yatim piatu digelar di PDIP Ranting Sidotopo, dipimpin Wakil Sekretaris PDIP Surabaya Achmad Hidayat.

Di Wonocolo, digelar di Taman Pendidikan Alquran As-Shuffah, dipimpin Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya Anas Karno.

Baca Juga: May Day 2026, PDIP Surabaya Bagikan MBG Pada Ojol Perempuan

Di kawasan Gunungsari, Wonokromo, Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Tri Indah Ratna Sari memimpin doa bersama puluhan anak yatim piatu.

Doa serupa juga digelar di kawasan Peneleh, dipimpin oleh Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Sjukur Amaludin.

Di kawasan Karangpilang, doa bersama anak yatim piatu dilaksanakan di Panti Asuhan Aroyyati, dipimpin Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Siti Maryam.

Ratusan anak yatim piatu ikut mendoakan para korban tragedi 27 Juli 1996 serta para pejuang partai yang telah berpulang ke sisi Tuhan.

"Selain doa bersama, kami juga memberikan santunan kepada ratusan anak yatim piatu, semoga turut membahagiakan hati anak-anak di masa Pandemi Covid-19," kata Wakil Ketua PDIP Surabaya Sjukur Amaludin.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.