Minggu, 21 Jun 2026 02:37 WIB

Demi Sekolah Daring Anak, Petani ini Jual Kambing untuk Beli HP

Anak-anak di Jombang belajar di rumah secara daring
Anak-anak di Jombang belajar di rumah secara daring

jatimnow.com - Pasangan suami istri (pasutri) yang seharinya bekerja sebagai petani terpaksa untuk menjual seekor kambing milik mereka guna membeli handphone (hp) buat anaknya.

Saat ditemui di Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Karlik (41), mengatakan handphone yang dibeli dengan harga Rp 1,5 juta itu dipakai untuk anak keduanya yang masih duduk di bangku kelas 2 SDN Marmoyo agar dapat belajar secara daring.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Sejak ada corona, belajar lewat online. Ya jual kambing untuk beli handphone ditambah tabungan anak," kata Karlik, Kamis (23/7/2020).

Menurutnya, meski telah memiliki handphone yang dibeli dari hasil menjual kambing kesayangannya, namun tidak bisa digunakan lantaran tidak bisa mengakses internet.

Keluarga itu tinggal di pelosok desa sebelah utara Kota Santri. Sebagian wilayahnya masih hutan yang berbatasan langsung dengan Lamongan dan Bojonegoro.

Masih kata Karlik, tidak ada pemikiran untuk membeli handphone berbasis android karena di desanya akses internet dan telekomunikasi terbatas.

"Di desa sini tidak ada sinyal. Kalau mau belajar online ya harus ke sini (rumah tetangga), kalau di rumah tidak bisa dipakai," terangnya.

Ia berharap agar pemerintah segera memberi izin untuk kegiatan belajar mengajar dengan cara tatap muka di sekolah.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Harapannya agar sekolah kembali masuk, kalau belajar online terus susah. Di sini sinyalnya tidak ada," harap Karlik.

Sementara itu, Sekretaris Desa Marmoyo Sumandi menjelaskan pembelajaran daring kurang efektif jika dilakukan di desa yang dihuni 1.100 jiwa dengan 366 kepala keluarga (KK) di wilayah perbukitan kapur itu.

"Kendala utama belajar daring di Desa Marmoyo ya soal jaringan. Jaringan internet hanya bisa lewat sambungan wifi, seluler tidak bisa," jelas Sumandi.

Lokasi jaringan internet, menurutnya hanya ada di Kantor Desa Marmoyo, SDN Marmoyo dan 10 rumah warga.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

"Sejak ada Covid-19, handphone mulai ramai karena sekolah menerapkan belajar daring," tandasnya.

Karlik yang menjual kambing untuk membeli handphone anaknya agar dapat belajar secara daring

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.