Sabtu, 20 Jun 2026 10:48 WIB

Pandemi Covid-19, Banyuwangi Terapkan Imunisasi Balita Jemput Bola

  • Penulis :
  • | Rabu, 08 Jul 2020 19:38 WIB
Salah satu petugas puskesmas di Banyuwangi mendatangi rumah warga untuk melakukan imunisasi balita
Salah satu petugas puskesmas di Banyuwangi mendatangi rumah warga untuk melakukan imunisasi balita

jatimnow.com - Selama Pandemi Covid-19, Pemkab Banyuwangi melakukan imunisasi balita dengan jemput bola atau dari rumah ke rumah. Langkah ini dilakukan untuk menjamin terjaganya kesehatan dan pertumbuhan anak.

"Saat ini kami memang tengah fokus pada pada penanganan Covid-19. Namun tetap tidak melupakan program kesehatan lainnya khususnya kesehatan anak, yakni program imunisasi," kata Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Widji Lestariono, Rabu (8/7/2020).

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

dr Rio-sapaan dr. Widji Lestariono menambahkan, selama ini program imunisasi dilaksanakan melalui posyandu. Namun sejak Pandemi Covid-19 merebak, posyandu yang berbasis desa maupun dasawisma ditiadakan demi mengurangi kerumunan orang. Kegiatan imunisasi pun dipusatkan di puskesmas.

"Namun setelah dipusatkan di puskesmas, jumlah tindakan imunisasi justru menurun. Sepertinya warga takut membawa anaknya ke puskesmas untuk diimunisasi. Ini kami pahami karena memang situasi pandemi," ujar dr Rio.

Untuk itu, Dinas Kesehatan Banyuwangi mengintensifkan program imunisasi jemput bola ke rumah warga. Sejumlah puskesmas melakukan layanan imunisasi di satu lokasi warga terdekat.

"Akhirnya petugas kami turunkan mendatangi warga yang bayinya belum diimunisasi. Jangan sampai saat pandemi justru kesehatan dan pertumbuhan anak menjadi tidak diperhatikan. Jemput bola ini gratis semuanya. Tentu dalam bertugas, tim kami menerapkan protokol kesehatan," jelasnya.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Soroti Adanya Kepala Puskesmas yang Rangkap Jabatan

Sementara Kunthi, salah seorang petugas imunisasi dari Puskesmas Pesanggaran menyebut, imunisasi jemput bola dilakukan secara berkala ke rumah warga yang belum melakukan imunisasi terhadap bayinya.

"Satu bulan minimal satu kali kami mendatangi lokasi rumah warga terdekat," terang Kunthi.

Sebelum melakukan tindakan imunisasi, Kunthi melakukan pemeriksaan kesehatan melalui wawancara kondisi kesehatan anak dan keluarganya.

Baca Juga: Kasus DBD di Lamongan Turun Drastis Dibanding Tahun Lalu

"Wawancara perlu kami lakukan terlebih dahulu, untuk tahu kondisinya masing-masing anggota keluarga sebelum dilakukan imunisasi. Maka kami mengecek kesehatan bayi melalui wawancara tentang progres pertumbuhan anak dengan sang ibu," pungkas Kunthi.

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.