Sabtu, 20 Jun 2026 02:56 WIB

6 Santri Baru Positif Corona Usai Tes Masuk di Ponpes Gontor 2

Virus Corona/ wikipedia
Virus Corona/ wikipedia

jatimnow.com - Enam santri yang dinyatakan diterima di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Darussalam Gontor Kendari dinyatakan positif Virus Corona atau Covid-19.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengatakan ada tambahan 10 orang positif di Bumi Reog dan 6 diantaranya adalah santri Ponpes Gontor yang mengikuti ujian masuk di Ponpes Modern Darussalam Gontor 2.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Hari ini ada tambahan 10 orang dinyatakan positif Covid-19. Enam diantaranya santri Gontor, menyusul temannya yang satu," kata Bupati Ipong, Rabu (8/7/2020).

Ia menjelaskan, keenam santri itu terdiri 2 orang dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan; 1 dari Kota Manado, Sulawesi Utara; 1 dari Banjar, Kalimantan Selatan; 1 dari Ternate, Maluku Utara dan 1 orang dari Gowa, Sulawesi Selatan.

Keenam santri itu datang ke Ponorogo sekitar 3 minggu yang lalu untuk mengikuti ujian masuk Ponpes Gontor.

"Mereka datang dengan membawa surat keterangan kesehatan tapi tanpa disertai hasil rapid test," ujar dia.

Saat pengumuman penerimaan, keenamnya dinyatakan diterima di Pondok Gontor Kendari. Untuk persyaratan perjalanan ke Kendari, pada Kamis (2/7) lalu mereka melakukan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) dan dinyatakan reaktif.

Baca Juga: Lomba Pioneering Latih Kekompakan dan Mental Santri Nurul Jadid

Setelah dilakukan pemeriksaan PCR hari ini, keenamnya dinyatakan positif dan kini dirawat di RSUD dr Harjono Ponorogo.

"Mereka ini yang kemarin sempat rapid test 11 santri dan semuanya reaktif. Hari ini keluar 6 orang dan sisanya masih belum keluar," paparnya.

Selain 6 kasus tersebut, terdapat juga 4 kasus tambahan positif Covid-19 lainnya.

Keempatnya adalah perempuan usia 20 tahun, berasal dari Mlarak; anak berusia 9 tahun asal Siman; perempuan berusia 27 tahun, asal Pulung; dan seorang perempuan usia 25 tahun asal Sukorejo.

Baca Juga: Pesan Kiai Zuhri Zaini, Mengapa Beragama Tak Cukup Hanya Modal Cerdas?

"Dengan kejadian ini, marilah kita semua mengambil pelajaran dan hikmah. Utamanya bagi pesantren-pesantren lain. Ternyata rapid test sangat penting untuk dilaksanakan sebagi screening/ deteksi awal status Covid-19 dari masing-masing santri, ustaz ataupun penghuni pondok lainnya," harapnya.

Menurutnya, surat keterangan sehat tanpa disertai rapid test tidak mampu menunjukkan bahwa terindikasi ada infeksi Covid-19 atau tidak dalam tubuh seseorang.

"Hampir semua penemuan kasus positif diawali dengan rapid test. Jadi penting sekali rapid test bagi siapapun yang datang dari zona merah. Terbukti juga dengan 80 persen yang terkonfirmasi positif di Ponorogo saat ini datang dari zona merah," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.