Senin, 22 Jun 2026 01:44 WIB

Misteri Tulisan Ancaman Pelaku di Tembok Rumah Via Vallen Terungkap

  • Penulis : Moch Rois
  • | Rabu, 01 Jul 2020 16:30 WIB
Coretan bernada ancaman dari PJ pembakar mobil Via Vallen
Coretan bernada ancaman dari PJ pembakar mobil Via Vallen

jatimnow.com - Coretan tersangka PJ (40), pembakar mobil Toyota Alphard penyanyi dangdut asal Sidoarjo diketahui ternyata ada di dua titik. Yaitu tembok rumah dan pagar rumah Via Vallen.

Diketahui pelaku mencoret di dua titik dekat mobil W 1 VV milik pedangdut Via Vallen yang terparkir di lorong luar rumahnya.

Baca Juga: Selama Bulan Maret, Polresta Sidoarjo Ungkap 19 Kasus Narkoba

Coretan bernada ancaman itu bertulis "Kibus ada, ada gak ksh hak ku pije persa 97 pije 97 mati kalian bang".

Baca juga:

"Kalau berkaitan tulisan di tembok, itu dia, si pelaku ini, sepertinya ingin mencari perhatian dari pihak Via (Vallen)," kata Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji, Rabu (1/7/2020).

Menurutnya, tersangka asal Jalan Pabrik Tenun Gg. Solo No. 16, Kelurahan Sei Putih Timur I, Kecamatan Medan, Kota Medan membuat coretan di tembok dan pagar agar dapat bertemu dengan artis dangdut asal Desa Kalitengah RT02/RW03, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo itu.

Baca Juga: Dugaan Kriminalisasi Pedagang Sidoarjo, Ranah Perdata Dipaksa Jadi Pidana?

"Supaya ada perhatian, mau ketemu, mau ditemui seperti itu," ujar dia.

Ia menjelaskan, tersangka melakukan pencoretan sebelum melakukan aksi pembakaran mobil.

"Ya diperkirakan menulis itu sekitar pukul 11 malam sampai dengan jam 1 (dini hari) lah," paparnya.

Baca Juga: Profil Vidi Aldiano: Biodata Singkat dan Perjalanan Karir di Dunia Musik

Namun, sebelum tulisannya mendapat perhatian dari Via Vallen, tersangka PJ yang saat itu mabuk usai menenggak 2 botol minuman berakohol atau miras itu melakukan pembakaran mobil.

"Kalau dalam pengakuannya saat diperiksa, pelaku ini bilang tidak ada niat mengancam atau apa-apa. Hanya mencari perhatian," tandasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.