Selasa, 23 Jun 2026 07:11 WIB

Melihat dari Dekat Tumpukan Sampah di Sungai Tambak Lekok Pasuruan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Minggu, 21 Jun 2020 10:19 WIB
Tumpukan sampah di sungai Desa Tambak Lekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan
Tumpukan sampah di sungai Desa Tambak Lekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan

jatimnow.com - Sungai di kawasan pesisir Desa Tambak Lekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan tertutup tumpukan sampah. Sampah-sampah itu menimbulkan bau tak sedap hingga membuat air sungai jadi kotor.

"Sepertinya sudah 10 tahun lebih (permasalahan sampah ini) kalau tidak salah. Tidak pernah ada ujungnya sampai sekarang," jelas Muhammad Hasan, warga sekitar, Minggu (21/6/2020).

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Kalau gatal-gatal sudah kebiasaan lah warga sini," sambung Suyitno.

Kedua warga ini menyebut bahwa sungai yang membelah desanya tersebut adalah aliran muara sungai. Sebab sungai tersebut adalah ujung dari beberapa sungai yang mengaliri beberapa desa di Kecamatan Lekok, kemudian terbuang ke laut.

"Saat musim hujan sampah ini langsung terbawa ke laut lepas. Berbeda jika tidak ada hujan atau hujannya tidak deras. Pasti sampahnya menumpuk di sungai ini hingga memunculkan bau. Ini sangat mengganggu aktivitas warga," terang Hasan.

Tumpukan sampah di Sungai Desa Tambak Lekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan menjadi perhatian sejumlah pihakTumpukan sampah di Sungai Desa Tambak Lekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan menjadi perhatian sejumlah pihak

Dari pantauan, tumpukan sampah itu mulai dari kotoran hewan ternak, kemasan plastik, styrofoam hingga bantal guling pun ada.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

Menurut mereka, seluruh warga sudah melakukan gerakan menjaga kebersihan, tetapi upaya itu tidak berjalan mulus.

"Kan di sini tidak punya tempat pembuangan sampah meski bersifat sementara," ungkap Suyitno.

Atas permasalahan sampah ini, pihak Kecamatan Lekok menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan telah menindaklanjuti dengan membangun tempat pembuangan sampah di wilayahnya.

"Pembangunan tempat pembuangan sampah sistemik ini akan digunakan oleh 11 desa di Kecamatan Lekok. Semoga ini bisa mengubah Lekok menjadi bersih dan berbudaya tidak membuang sampah sembarangan," jelas Camat Lekok, Fauzan.

Baca Juga: Penanganan Sampah Menjadi Kendala Wisata Pantai di Tulungagung

Permasalahan tentang tumpukan sampah di Kecamatan Lekok juga sempat membuat pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan melakukan sidak.

"Kami bersama komisi 3 kemarin sudah komunikasikan dengan dinas pengairan, katanya ini (Sungai Tambak Lekok) kewenangan masuk di Pemerintah Provinsi. Makanya secepatnya akan segera kita komunikasikan untuk segera merumuskan solusinya mengatasi permasalahan tumpukan sampah ini," tutur Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.