Sabtu, 13 Jun 2026 00:05 WIB

Sindikat Produsen dan Pengedar Uang Palsu Antar Provinsi Dibongkar

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitriyanto menunjukkan barang bukti uang palsu dan keempat tersangka
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitriyanto menunjukkan barang bukti uang palsu dan keempat tersangka

jatimnow.com - Empat orang yang terlibat dalam produksi dan peredaran uang palsu bentuk rupiah diringkus Polres Gresik. Dari keempat pelaku disita uang rupiah palsu pecahan 100 ribu dengan jumlah 58 juta.

Keempat pelaku itu adalah Arief Aryuanda Suharsono (25) dan Eko Sukarno (50), keduanya warga Desa Bakalan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.

Baca Juga: Polisi Bongkar Jaringan Narkotika Madura-Gresik, Sita 200 Gram Sabu

Kemudian Nazamuddin Arief (48), warga Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun serta Cahyo Widodo (49), warga Dusun Bulusari Selatan, Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitriyanto mengatakan, terbongkarnya sindikat pengedar uang palsu itu berawal dari laporan Akhmad, pemilik warung di Kecamatan Driyorejo yang mendapati uang palsu rupiah pecahan 100 ribu.

Dalam laporannya, Akhmad mengaku mendapat uang itu dari seorang pembeli bernama Arief Aryuanda. Dari laporan itu, Polsek Driyorejo menangkap Aryuanda.

"Dalam pemeriksaan tersangka Aryuanda mengaku mendapatkan uang palsu itu dari ayahnya Eko Sukarno yang menyusul kami tangkap," ujar Arief, Selasa (16/6/2020).

Baca Juga: Polisi Ringkus 2 Maling Motor di Sidokumpul Gresik, Pelaku Sempat Ganti Warna Bodi

Selain menangkap Eko, polisi juga menyita barang bukti uang palsu pecahan 100 ribu dengan jumlah 13 juta.

Dalam pemeriksan tersangka Eko mengaku membeli uang palsu tersebut dari Nazamuddin yang juga ditangkap. Dari rumah Nazamudin, polisi mengamankan barang bukti uang rupiah palsu pecahan 100 ribu dengan jumlah 14 juta.

Dari keterangan Nazamuddin itulah, tersangka Cahyo Widodo akhirnya ditangkap di rumahnya. Cahyo yang berprofesi sebagai seniman ini merupakan podusen uang-uang palsu tersebut.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

"Dari tersangka Cahyo kami menyita barang bukti uang palsu dengan jumlah 12 juta. Kami juga menyita uang asli Rp 3,5 juta hasil dari kejahatannya serta berbagai alat pembuatan uang palsu seperti printer, alat sablon, cat dan kertas," beber Alumni AKPOL 2001 itu.

Kepala Bank Indonesi (BI) di Surabaya Abrar yang turut hadir dalam gelar ungkap kasus itu mengapresiasi kinerja Polres Gresik. Apalagi dari hasil penyidikan didapat fakta bahwa sindikat ini sudah beroperasi di Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Jakarta.

"Ke depannya kita bisa bekerjasama dengan aparat penegak hukum dan kejaksaan untuk menekan adanya peredaran uang palsu di masyarakat," ucap Abrar.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.