Senin, 15 Jun 2026 10:17 WIB

Cerita Perjalanan Mbok Yem Turun dari Gunung Lawu

Mbok Yem, penjual nasi pecel di puncak Gunung Lawu yang turun gunung
Mbok Yem, penjual nasi pecel di puncak Gunung Lawu yang turun gunung

jatimnow.com - Mbok Yem, pemilik warung di puncang Gunung Lawu turun gunung ke kampung kelahirannya Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Nama Mbok Yem sangat dikenal oleh para pendaki.

Nenek berusia 62 tahun itu sudah 35 tahun membuka warung pecel di puncak Gunung Lawu. Mbok Yem turun gunung lantaran cucu dari anak keduanya menikah.

Baca Juga: Komitmen Agus Black Hoe: Infrastruktur Berkualitas Dongkrak Ekonomi Magetan

"Cucu saya menikah mbak, makanya turun gunung. Biasanya saya turun gunung kalau ada perlu. Setahun sekali," ujar Mbok Yem saat ditemui di rumahnya, Sabtu (6/6/2020).

Mbok Yem mengaku hanya turun gunung satu tahun sekali saat momen lebaran Idul Fitri.

"Kalau dulu-dulu sepekan sebelum lebaran, sekarang sudah 20 hari. Saya juga tunaikan zakat dan berbagi rezeki dengan cucu," ungkapnya.

Ia bercerita, pernikahan cucunya itu berlangsung sederhana pada pukul 09.00 Wib, Jumat (5/6/2020).

Mbok Yem bersama cucunya yang menikahMbok Yem bersama cucunya yang menikah

Baca Juga: Mbok Yem, Pemilik Warung Tertinggi di Indonesia Tutup Usia

"Ini cucu saya namanya Umami dari anak saya yang nomor dua," jelasnya.

Menurut Mbok Yem, pernikahan cucunya diselenggarakan sederhana dan hanya dihadiri keluarga dan sanak saudara serta tetangga dekat saja. Tak ada resepsi yang digelar sesuai anjuran pemerintah.

"Sederhana saja karena situasinya masih begini. Kalau ngasih tahu mau punya hajat, bakal ramai nanti," ucapnya.

Baca Juga: Fakta-fakta Mbok Yem Penjaga Warung Legendaris Lawu Turun Gunung

Mbok Yem mengaku sementara waktu akan menikmati waktu bersama keluarganya di Desa Gonggang sembari menunggu wabah Virus Corona mereda. Dia akan kembali membuka warungnya setelah jalur ke Gunung Lawu dibuka kembali.

Meski diusianya yang menapak tua, Mbok Yem mengaku akan tetap menjalani profesinya sebagai penjual nasi pecel bagi para pendaki, selagi mampu mendaki.

"Sekarang kalau naik (mendaki) butuh waktu seminggu hilangin capeknya. Rencananya naik kalau Corona sudah reda dan jalur pendakian dibuka lagi," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.