Selasa, 16 Jun 2026 13:14 WIB

127 Jurnalis di Dunia Meninggal akibat Tertular Virus Covid-19

Sedikitnya 127 jurnalis di 31 negara meninggal akibat tertular virus corona dalam tiga bulan terakhir (Foto: EPA-EFE/Bienvenido Velasco)
Sedikitnya 127 jurnalis di 31 negara meninggal akibat tertular virus corona dalam tiga bulan terakhir (Foto: EPA-EFE/Bienvenido Velasco)

jatimnow.com - Sedikitnya 127 jurnalis di 31 negara meninggal akibat tertular Virus Corona atau Covid-19 dalam tiga bulan terakhir, menurut Press Emblem Campaign (PEC) yang bermarkas di Jenewa, Selasa (2/5). Beberapa dari mereka meninggal lantaran minimnya langkah perlindungan yang memadai ketika bertugas.

"Pekerja media berperan penting dalam perang melawan virus corona. Mereka harus memberitakan seputar penyebaran penyakit tersebut," kata Sekretaris Jenderal PEC, Blaise Lempen melalui pernyataan, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (3/6).

Baca Juga: AJI dan PFI Surabaya Kecam Pembajakan Kapal Global Sumud oleh Israel

Menurut data NGO tersebut, mulai 1 Maret hingga 31 Mei, sedikitnya 127 jurnalis meninggal akibat Covid-19. Sekitar dua pertiga di antaranya sedang bertugas. Pada Mei saja tercatat 72 korban meninggal.

Menurut wilayah, Amerika Latin menjadi benua yang paling terdampak dengan sedikitnya 62 jurnalis. Kemudian, diikuti oleh Eropa dengan 23 jurnalis, Asia dengan 17 jurnalis, Amerika Utara 13 jurnalis dan Afrika dengan 12 jurnalis.

Peru merupakan negara dengan jumlah korban tertinggi, 15 orang. Kemudian Brasil dan Meksiko dengan masing-masing 13 korban dan 12 korban dari Ekuador.

Sebanyak 12 jurnalis meninggal di Amerika Serikat dengan delapan jurnalis masing-masing di Rusia dan Pakistan. Selanjutnya Inggris dengan lima jurnalis, Bangladesh empat jurnalis, kemudian tiga jurnalis masing-masing di Bolivia, Kamerun, Republik Dominika, Prancis, India, Italia serta Spanyol.

Baca Juga: FJN Minta Prabowo Turun Tangan Bebaskan Jurnalis RI di Israel

Dua korban diidentifikasi masing-masing di Aljazair, Kolombia, Mesir, Swedia dan satu korban di Austria, Belgia, Kanada, Iran, Jepang, Maroko, Nikaragua, Nigeria, Afrika Selatan, Togo dan Zimbabwe.

Ratusan pekerja media lainnya terbukti positif tertular virus corona dan sejumlah media harus ditutup untuk sementara. PEC menyebutkan data miliknya berdasarkan pada berbagai sumber termasuk perhimpunan jurnalis nasional, media setempat dan koresponden PEC di seluruh dunia.

 

Baca Juga: Mengenal Enny Nuraheni, Srikandi Foto Jurnalistik Peraih APFI Lifetime Award

Lihat Artikel Asli

DisclaimerBerita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.