Jumat, 19 Jun 2026 07:01 WIB

Pandemi Covid-19

9 Tahun Menabung, Pembuat Kue di Mojokerto Gagal Berangkat Haji

Mufidah gagal berangkat haji saat ditemui di rumahnya
Mufidah gagal berangkat haji saat ditemui di rumahnya

jatimnow.com - Mufidah, asal Dusun Gelang, Desa Mojosulur, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto gagal berangkat ke Tanah Suci Mekkah karena Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji akibat Pandemi Virus Corona (Covid-19).

"Saya mendaftar bersama almarhum suami pada tahun 2011 di KBIH Uluwiyah. Kecewa ya kecewa, tapi memang Allah belum menakdirkan berangkat sekarang mau tidak mau menerima," kata Mufidah saat ditemui di rumahnya, Rabu (3/6/2020).

Baca Juga: Nabung Rp10 Ribu Sehari, Penjual Cilok Asal Pasuruan Akhirnya Berangkat Haji

Pembuat kue basah ini menambahkan, dirinya menabung sedikit demi sedikit untuk membayar dan melunasi biaya haji selama 9 tahun dari hasil penjualan kue yang diterima.

"Total Rp 43.200.000 juta. Sebetulnya Rp 37.600 ditambah bimbingan haji, ujro atau denda. Hasil kue ditabung dan disetor ke KBIH Uluwiyah senilai Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta setiap bulan dari hasil jual kue. Suami saya sudah meninggal pada 2016 lalu, tapi uang daftarnya dikembalikan senilai Rp 25 juta," jelasnya.

Baca Juga: 732 Tumpeng Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto

Perempuan berusia 53 tahun yang kini mempunyai tiga anak ini, seharusnya berangkat untuk menunaikan Rukun Islam ke lima itu pada 26 Juni 2020 mendatang.

"Sudah beli baju ihram dua, mukena dua, kaos kaki, kaos tangan dan persiapan fisik. Rencana syukuran, kurang 1 minggu berangkat," ungkapnya.

Baca Juga: Agar Harga Tembakau Terus Naik, Petani di Mojokerto Dengarkan Pesan Bupati Ikfina Ini

Dirinya berharap, Tahun 2021 bisa berangkat untuk menunaikan ibadah haji setelah ada pemberitahuan dari Kemenag Kabupaten Mojokerto.

"Ikhlas dengan pembatalan, mungkin Allah belum memanggil. Sedikit khawatir dengan kesehatan takut ada apa tapi semoga tidak terjadi. Tahun 2021 berangkat dan sudah diberi tahu oleh KBIH dan Kemenag Kabupaten Mojokerto," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.