Rabu, 17 Jun 2026 11:25 WIB

Biaya Pemulasaraan Jenazah PDP Covid-19 di Banyuwangi Dikembalikan

Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi mengembalikan biaya ambulans dan pemulasaraan jenazah PDP
Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi mengembalikan biaya ambulans dan pemulasaraan jenazah PDP

jatimnow.com - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi mengembalikan sepenuhnya biaya ambulans dan pemulasaraan jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 kepada keluarga mendiang.

Pasien asal Kecamatan Cluring itu sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Al Huda Gambiran dan ditarik biaya sebesar Rp 4.981.700.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi, dr Widji Lestariono mengatakan, gugus tugas telah mengembalikan sesuai jumlah biaya yang dibebankan sebelumnya pada Jumat (29/5/2020) malam.

"Sudah dikembalikan ke keluarga. Sudah klir. Ada mispersepsi di lapangan karena RS swasta ketika kasus itu terjadi belum resmi sebagai RS rujukan sesuai ketetapan pemerintah, jadi tidak bisa swab. Masalahnya, tidak ada laporan ke gugus tugas soal biaya itu. Kalau dilaporkan, pasti langsung ditangani," ujar Rio-sapaan akrab dr Widji Lestariono, Sabtu (30/5/2020).

Baca juga:  Keluarga PDP Corona Ditarik Biaya untuk Pemulasaran Jenazah & Ambulans

Rio menjelaskan bahwa pelayanan pasien Covid-19 di RS rujukan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah dengan sistem klaim, sesuai surat dari Menteri Kesehatan RI.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Menurutnya, di Banyuwangi terdapat 6 RS rujukan Covid-19 sesuai keputusan Gubernur Jawa Timur, yaitu RSUD Blambangan, RSUD Genteng, RS Al Huda, RS Fatimah, RS Bhakti Husada dan RS Graha Medika.

Kasus pada pasien Kecamatan Cluring itu terjadi karena ketika kejadian saat itu, RS Al Huda belum memiliki kemampuan untuk melakukan tes swab sebagai RS rujukan.

Sebab RS Al Huda baru ditetapkan sebagai RS rujukan Covid-19 pada 9 Mei 2020. Sementara pasien itu dirawat sejak 7 Mei 2020, hingga dinyatakan meninggal pada 12 Mei 2020.

Baca Juga: Vidi Aldiano Meninggal, Erick Thohir: Terima Kasih Atas Karya, Suara, dan Kenangan

"Jadi ada mispersepsi di bawah. Ke depan hal seperti ini tidak boleh lagi terjadi," tegasnya.

Sementara itu, perwakilan keluarga mendiang pasien almarhum Jamal, mengucapkan terima kasih kepada Gugus Tugas Covid-19.

"Alhamdulillah kami lega, gugus tugas bergerak cepat menyelesaikan masalah ini," ucapnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.