Sabtu, 20 Jun 2026 22:21 WIB

Air Kawah Gunung Ijen Naik 3 Meter, Seorang Penambang Belerang Hilang

Gunung Ijen (foto dokumentasi jatimnow.com)
Gunung Ijen (foto dokumentasi jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang penambang belerang di Gunung Ijen dilaporkan hilang karena terjatuh dan masuk ke dalam danau Kawah Ijen, Jumat (29/5/2020).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Eka Muharram membenarkan peristiwa tersebut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 Wib.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

Sebelum terjatuh, kata dia, sempat terdengar ledakan hingga menyebabkan gelombang air kawah naik sekitar 3 meter.

"Betul, itu adalah fenomena gunung api. Jadi bukan tsunami, karena di gunung tidak dikenal istilah tsunami. Istilahnya fenomeba bubel. Ada semacam tekanan dari bawah yang mengakibatkan luapan permukaan air," papar Eka.

Saat kejadian, lanjutnya, ada dua orang penambang belerang yang berada di dasar kawah dan tengah menambang. Satu orang diantaranya berhasil menyelamatkan diri, namun seorang lainnya tidak ditemukan.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Yang satu mungkin saat mencoba menyelamatkan diri menginjak tanah yang rapuh, kemudian jatuh. Sampai sekarang belum bisa ditemukan," katanya.

Upaya pencarian yang dilakukan petugas, lanjutnya, terkendala hujan deras di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Selain itu, juga tercium gas beracun yang membahayakan tim penyelamat.

"Laporannya kan sore tadi. Kita konfirmasi kondisinya di sana banyak gas yang membahayakan. Kan tidak bisa melakukan pencarian jika kondisinya membahayakan pencari," jelasnya.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

Rencananya pencarian dan evakuasi korban akan dilakukan pada di keesokan harinya.

"Ini sedang kita buat perencanannya. Besok akan kita cari di bawah pimpinan Komandan SAR. Untuk sementara aktifitas penambangan belerang di Kawah Ijen kita tutup," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.