Senin, 22 Jun 2026 05:55 WIB

Tangkap 17 Pelaku Jaringan Bandar Sabu 1 Kuintal, Polisi Siapkan TPPU

17 tersangka dan Toyota Alphard milik Iwan yang diamankan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya
17 tersangka dan Toyota Alphard milik Iwan yang diamankan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya

jatimnow.com - Satrenarkoba Polrestabes Surabaya mengembangkan jaringan dari bandar narkotika Iwan Hadi Setiawan (38), yang telah tewas ditembak.

Hanya dengan kurun waktu dua pekan, sebanyak 17 orang anak buah Iwan ditangkap. Para tersangka yang ditangkap itu memiliki peran yang berbeda-beda.

Baca Juga: Satresnarkoba Polres Gresik Ringkus 5 Pengedar Sabu dan Pil Koplo

Baca juga:  

Selain sebagai pengedar, mereka juga banyak yang menjadi kurir freelance. Mereka hanya bekerja jika ada perintah dari Iwan untuk mengantarkan narkoba tersebut ke pemesan.

"Yang freelance itu kebanyakan tidak kenal dengan sosok Iwan. Mereka hanya bertugas jika ada perintah mengirim barang kepada pemesan. Setelah itu mereka menghilangkan jejak dari kami (polisi, red)," kata Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian, Rabu (27/5/2020).

Dari 17 tersangka, tim gabungan dari 3 unit Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menyita 241,51 gram sabu, 11 butir ekstasi dan ribuan butir pil koplo (double L).

Selain itu, petugas juga menyita barang bukti Toyota Alphard dari tersangka Iwan. Mobil tersebut setelah diselidiki ternyata dibeli dari hasil penjualan narkoba yang dilakukan tersangka Iwan.

"Selain kasus narkoba kami juga menyelidiki kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kami masih cari hasil TPPU yang juga masih ada di Jawa Tengah. Mohon waktu," lanjut alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2002 itu.

Menurut Memo, dari 17 tersangka itu ada seorang pelaku yang merupakan orang kepercayaan atau tangan kanan dari Iwan Hadi Setiawan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

Pelaku adalah Ari Wirawan. Ia ditangkap di rumah kontrakannya di Jalan Semampir Selatan setelah sebelumnya berusaha kabur karena mendengar bos nya ditembak mati. Tersangka ditangkap pada Senin (18/5) lalu.

"Dia asisten rumah tangga atau menjadi tangan kanannya Iwan. Tersangka kami tangkap setelah sebelumnya kabur. Di rumah Medokan Semampir Selatan itu kami duga sengaja disewa tersangka untuk melancarkan bisnis peredaran sabu-sabu," jelasnya.

Dari data kepolisian, pelaku Ari diketahui mampu meranjau 1 ons hingga 3 ons sabu setiap harinya. Diketahui, kegiatan itu dilakukan pelaku selama enam bulan.

"Dari pengakuannya ia bekerja bersama Iwan itu sudah enam bulan lamanya. Jadi setelah kami mengungkap Iwan, jaringan dibawah mulai kami libas," papar dia.

Dijelaskan Memo, ke 17 tersangka ini ditangkap dari beberapa lokasi. Pengakuannya mereka mendapat narkoba dari beberapa lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jatim.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Persoalkan Ultimatum 7 Hari Pengambilan Gamelan

Pengakuannya ada yang mendapat narkoba dari Rutan Medaeng, Lapas Pamekasan, hingga Malang. Polisi akan terus menindak dan menyelidiki jaringan ini.

Saat ini, polisi akan bekerjasama dengan pihak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) guna menyelidiki lokasi sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.

"Kami akan lakukan penyelidikan setelah mendapat barang bukti. Kami tetap akan meminta izin ke Kemenkumham," pungkas perwira kelahiran Kediri itu.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.