Kamis, 18 Jun 2026 19:34 WIB

Ronda Malam Covid-19 di Tulungagung Berujung Meninggalnya Warga Blitar

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia menunjukkan AP, pelaku penganiayaan saat ronda malam Covid-19
Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia menunjukkan AP, pelaku penganiayaan saat ronda malam Covid-19

jatimnow.com - Ronda malam yang digelar warga di Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung berujung tewasnya warga asal Blitar yang masuk dusun itu.

Ronda malam itu dilakukan warga secara bergiliran selama pandemi Covid-19. Warga yang bertugas ronda selalu mengecek orang yang masuk ke kampung, apalagi orang tidak dikenal atau bukan warga setempat.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Pada ronda malam Rabu (13/5/2020), salah satu warga yang bertugas yaitu AP. Saat itu, AP melihat seorang pria berjalan kaki sambil memegang pisau. Dengan sigap AP menghentikan langkah pria itu dengan cara menjatuhkannya ke jalan desa.

Namun rupanya, antisipasi yang dilakukan AP berujung masalah. Sebab, bagian kepala pria itu diduga terbentur jalan sehingga tidak sadarkan diri. Beberapa warga membawa pria itu ke RSUD dr Iskak Tulungagung untuk mendapatkan perawatan. Namun pria itu dinyatakan meninggal dunia.

Belakangan diketahui bahwa pria yang meninggal dunia itu bernama Sarto, warga Dusun Jati, Desa Maron, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Dan atas kejadian itu, keluarga korban melapor hingga AP diamankan Satreskrim Polres Tulungagung.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, pelaku AP terbukti melakukan penganiayaan hingga menyebabkan kornan Sarto meninggal dunia.

"Korban berjalan kaki di pinggir jalan. Korban dicurigai sudah melakukan pencurian karena membawa senjata tajam. Lalu pelaku mencoba mengambil senjata tajam yang dibawa korban dari belakang. Namun korban terjatuh dengan kepalanya lebih dulu dan mengakibatkan korban tak sadarkan diri," ungkap Pandia, Sabtu (16/5/2020).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Alumni AKPOL tahun 2000 ini menambahkan, selanjutnya korban yang tidak sadarkan diri itu dibawa pulang dan kemudian dilarikan ke RSUD dr Iskak Tulungagung untuk mendapatkan perawatan.

"Korban dinyatakan meninggal dunia sehari setelah dibawa ke rumah sakit," jelasnya.

Mantan Kasatlantas Polrestabes Surabaya ini menyebut, pelaku saat itu sedang bertugas ronda malam untuk memfilter setiap orang asing yang masuk ke kampungnya selama wabah Covid-19. Ronda malam itu dilakukan di perbatasan Kabupaten Tulungagung dengan Kabupaten Blitar.

"Kami mengimbau kepada masyarakat jika berjaga malam di pintu masuk desa atau lainnya jangan membawa senjata tajam. Kami juga mengimbau agar selalu di rumah saja dan pakai masker jika keluar rumah," pungkasnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Sementara AP mengaku tak sengaja membuat Sarto meninggal. Ronda malam itu rutin digelar warga Desa Demuk selama pandemi Covid-19 agar tidak ada orang asing yang masuk ke desa.

Saat itu, warga khawatir saat melihat Sarto memegang pisau. Ia pun melumpuhkan Sarto dari belakang untuk mengambil pisau tersebut. Tapi ternyata inisiatifnya itu malah berakibat fatal.

Akibat perbuatannya, AP dijerat Pasal 351 ayat 2 dan 3 KUHP yaitu penganiayaan yang menyebabkan korban mmeninggal dunia.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.