Jumat, 19 Jun 2026 11:38 WIB

Wabah Virus Corona

Pelindo III Bantu Ribuan Hazmat ke 7 RS Rujukan di Surabaya dan Bali

Baju hazmat diserahkan oleh Pelindo III ke RS Unair Surabaya
Baju hazmat diserahkan oleh Pelindo III ke RS Unair Surabaya

jatimnow.com - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III menyalurkan bantuan penanganan Covid-19 sebanyak 1500 baju alat pelindung diri (APD) atau hazmat lengkap untuk 7 (tujuh) rumah sakit rujukan di Surabaya dan Bali.

Tujuh rumah sakit rujukan Covid-19 yang mendapat bantuan APD dari Pelindo III di antaranya adalah RS Universitas Airlangga dan RSUD Soewandhi Surabaya.

Baca Juga: Terminal Kijing Mempawah Mulai Operasikan Layanan Petikemas

Sementara di Bali adalah RSUP Sanglah, RSUD Sanjiwani Gianyar, RSUD Kab. Buleleng, RSUD Tabanan, dan RSPTN Udayana Bali.

Rumah Sakit tersebut dipilih oleh Pelindo III untuk lokasi penyerahan bantuan karena merupakan rumah sakit rujukan terakhir yang khusus menangani pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah masing masing.

"Saat ini kami memfokuskan pada pemberian bantuan APD kepada para tenaga medis karena mememiliki risiko tertular cukup tinggi dan korban dari sisi tenga medis cukup tinggi," kata Direktur SDM Pelindo III, Toto Heli Yanto dalam siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (24/4/2020).

Menurutnya penanganan Covid-19 ini tidak akan maksimal jika para petugas medis yang menangani langsung para pasien tidak dilengkapi dengan perlengkapan yang mampu melindungi mereka dari penularan penyakit tersebut.

"Kami menyadari bahwa tugas para tenaga medis cukup berat dalam penanganan pandemi Covid-19 ini. Mereka merupakan lini utama dalam penanganan para pasien Covid-19. Oleh karena itu, kesehatan mereka harus selalu terjaga dan terjamin, sehingga kami putuskan untuk memberikan dukungan atas tugas mereka dengan memberikan APD ini kepada mereka," tegasnya.

Baca Juga: Digitalisasi Pelabuhan, Memutus Sumbatan Logistik Nonpetikemas

Sementara perwakilan dari RS Universitas Airlangga, Prof Dr Djoko Agus Purwanto yang menjadi salah satu penerima bantuan tersebut mengatakan dalam masa penanganan pandemi Covid-19 ini pihaknya membutuhkan sedikitnya 5000 APD setiap minggunya untuk operasional penangangan pasien Covid-19.

Sementara cadangan APD yang tersedia di rumah sakit sangat terbatas. RS Universitas Airlangga pun sangat berterima kasih kepada Pelindo III yang memberikan bantuan APD buat mereka. Apalagi, jenis APD yang diserahkan adalah APD Reusable sehingga bisa dipakai berulang kali.

"Kami akui, saat ini kami sangat kekurangan APD. Cadangan yang kami miliki tidak cukup untuk penanganganan jangka panjang Covid-19 di Jawa Timur yang jumlahnya terus bertambah. Setidaknya kami membutuhkan 5.000 APD setiap minggunya, sehingga bantuan APD yang diberikan kepada kami akan sangat berharga, sehingga kami para petugas medis bisa lebih tenang dalam bertugas," kata Djoko yang menjabat sebagai Deputy Director of Finance and Resouces RS Universitas Airlangga.

Pelindo III juga tidak hanya membagikan bantuan APD kepada petugas medis saja melainkan juga peningkatan perlindungan di sisi internal perusahaan maupun masyarakat lua.

Baca Juga: Pelindo dan ALFI Jatim Satukan Langkah Benahi Layanan Pelabuhan

Berbagai upaya pencegahan baik di internal maupun eksternal perusahaan. Di antaranya adalah penerapan physical distancing di area pelabuhan dan perkantoran, penyediaan bilik sucihama dan hand sanitizer di lingkungan kerja dan terminal penumpang, pengecekan suhu tubuh, hingga pemberian vaksin influenza dan minuman herbal gratis untuk meningkatkan daya tahan tubuh para pegawai.

Sementara di lingkungan eksternal, Pelindo III juga turut aktif melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan melakukan penyemprotan disinfektan dan memberikan bantuan alat cuci tangan gratis yang dipasang di sejumlah sekolah dan kantor pemerintahan di sekitar wilayah kerjanya.

Hingga saat ini Pelindo III juga diberi tanggung jawab sebagai Ketua Satgas Covid-19 Kementerian BUMN di wilayah Bali.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.