Senin, 22 Jun 2026 06:53 WIB

Corona, Pemkab Serap Gabah Petani Mojokerto untuk Ketahanan Pangan

Panen raya di Kutorejo, Mojokerto
Panen raya di Kutorejo, Mojokerto

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menyerap hasil panen raya oleh kelompok Mari Sejahterakan Petani (MSP) yang berada di sawah Desa Persanggrahan, Kecamatan Kutorejo.

Bupati Pungkasiadi mengatakan hasil panen itu akan dibeli dan dibagikan untuk ketahanan pangan bagi masyarakat terdampak Covid-19 di Kabupaten Mojokerto. Ia meminta agar petani memproses secepatnya dari gabah menjadi beras siap konsumsi.

Baca Juga: Bulog Tulungagung Percepat Penyaluran Bantuan Pangan dan Distribusi Beras SPHP

"Hasil kami beli untuk disalurkan pada masyarakat terdampak Covid-19 karena merupakan salah satu upaya kita bersama menyediakan kebutuhan pangan pada pandemi saat ini," kata Pungkasiadi, Rabu (22/4/2020).

Ia menambahkan, produksi hasil pangan di Kutorejo yang kini mencapai 8 ton per hektar bisa meningkat dengan pengelolaan yang baik.

"Saya ingin produksi pertanian ditingkatkan paling tidak bisa mencapai 12 ton per hektar, kalau perawatan dan tekniknya bagus pasti target itu bisa tercapai," jelasnya.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Pungkasiadi berharap, tidak ada tengkulak nakal dan masyarakat lainnya dengan menimbun bahan pangan di saat pandemi Covid-19.

"Laporan dinas pertanian, kita surplus pada masa panen April 2020 artinya ketersediaan beras masih sangat mencukupi," papar dia.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

Kepala Desa Pesanggrahan, Mohammad Afif menyambut baik langkah Pemkab Mojokerto dengan menyerap hasil produksi dari petani di wilayahnya. Karena petani di Pesanggrahan sempat ada kendala menjual hasil panen usai produksi.

"Kedepannya hasil produksi petani akan dibeli oleh kelompok tani lalu akan disalurkan melalui Bumdes kepada Pemkab Mojokerto. Sebagian hasil produksi dijual tapi ada yang disimpan untuk ketahanan pangan mandiri saat pandemi seperti ini," katanya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.