Jumat, 19 Jun 2026 18:13 WIB

Wabah Virus Corona

Komisi D Nilai Surat Risma ke Bandara Sia-sia: Lebih Baik Siapkan PSBB

Surat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk Otoritas Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo yang beredar
Surat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk Otoritas Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo yang beredar

jatimnow.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sempat mengeluarkan surat permintaan bantuan kepada Otoritas Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo agar mengarahkan penumpang pesawat mandi dan ganti baju sebelum keluar dari bandara.

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Badrut Tamam menilai, langkah Wali Kota Risma meminta bantuan kepada Otoritas Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo itu hal yang sia-sia.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Sebab menurutnya, permintaan pada surat yang bertuliskan otoritas diminta mengarahkan para penumpang pasawat mandi dan ganti baju sebelum keluar dari bandara itu malah akan memunculkan polemik.

"Memang boleh-boleh saja namanya juga upaya. Tapi itu tidak mungkin dilakukan karena Bandara Juanda itu bukan otoritasnya Surabaya," ungkap Badrut Tamam kepada jatimnow.com, Jumat (17/4/2020).

Menurutnya, bandara tersebut merupakan otoritas dari departemen perhubungan dan otoritas bandara. Selain itu permintaan dari Wali Kota Risma adalah sesuatu hal yang sulit terealisasi.

"Tida mungkin bandara itu menambah kamar mandi dengan jumlah banyak untuk para penumpang ketika masuk ke bandara terus mandi. Kedua, siapa yang bisa memastikan para penumpang pesawat yang masuk ke bandara terus harus mandi. Kemudian apabila masuk ke kamar mandi siapa yang bisa memastikan bahwa orang itu mandi kan tidak ada buktinya," urainya.

Baca juga:  Risma Sempat Inginkan Penumpang Mandi di Bandara, Kamar Mandinya?

"Omongan-omongan yang sebenarnya tidak ada gunanya jangan dilakukan. Lebih baik Bu Risma harusnya tidak melakukan hal-hal yang sifatnya akan menimbulkan polemik," tambah Badrut Tamam.

Tamam menyarankan agar Wali Kota Risma mengambil langkah konkret secara komprehensif, bukan parsial. Misalnya menyiapkan percepatan persiapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Lebih baik Bu Risma mempercepat permohonan persiapan untuk persiapan PSBB karena Surabaya ini adalah kota besar di mana banyak orang urban dan banyak pendatang yang melakukan kegiatan-kegiatan di Surabaya," ujarnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Selain itu, Tamam meminta Wali Kota Risma menggandeng tokoh agama sebagai langkah untuk menguatkan edukasi terhadap masyakarat agar tidak berkumpul di tempat umum, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Nah biasanya yang sulit untuk dilakukan penertiban itu biasanya di tempat-tempat ibadah. Pemkot harusnya juga menggandeng tokoh-tokoh agama yang berpengaruh misalnya kiai berpengaruh dari Madura untuk mengeluarkan pernyataan bersama bahwa Covid-19 itu sangat berbahaya," paparnya.

"Saat ini yang penting itu mengedukasi masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, di samping mempersiapkan teknik. Walaupun disemprot kalau disuruh mandi atau dimandiin, kalau di dalamnya sudah Covid ya tetap Covid-19," tegasnya.

Selain itu, jika melakukan PSBB, Pemkot Surabaya harus melakukan persiapan secara matang. Karena penanganan wabah Covid-19 itu harus cepat, tepat dan akurat. Kalau salah satu tidak sesuai, maka tidak akan selesai.

"Hal itu tidak bisa dilakukan secara parsial tapi harus dilakukan dengan menyeluruh. Asal Bu Risma itu mau berkoordinasi dengan pemprov dan pusat, DPR, eksekutif dan stakeholder lain, jangan sampai kita merasa bisa tapi malah bertambah tinggi (jumlah kasus Coronanya)," sambung Tamam.

Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir

"Surabaya itu harus bisa berkoordinasi dengan pemprov dan pusat. Kalau daerah lain bisa, harusnya Surabaya itu harus bisa. Kita itu tidak boleh menang-menangan. Bagaimana pun Surabaya ini merupakan episentrum atau titik nol dari pada pengembangbiakan Covid-19. Kalau dari luar pasti masuknya ya di Surabaya ini," tandasnya.

Diketahui, surat yang diteken Wali Kota Risma pada 7 April 2020 itu ditujukan kepada Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah III dan Direktur Utama Angkasa Pura Bandara Internasional Juanda.

"Dalam rangka upaya pencegahan penyebaran pandemi coronavirus disease 19 (covid-19) di Kota Surabaya, bersama ini diminta bantuan Saudara untuk mengarahkan penumpang yang turun dari pesawat terbang untuk membersihkan diri dengan mandi dan berganti baju sebelum keluar dari area Bandara Internasional Juanda," isi surat tersebut seperti dilihat jatimnow.com, Jumat (17/4/2020) pagi.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.