Selasa, 16 Jun 2026 17:40 WIB

Wabah Virus Corona

Bubarkan Balap Liar di Kota Malang, Polisi Ciduk Ratusan Remaja

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata memberikan imbauan kepada ratusan remaja yang diciduk lantaran terlibat balap liar
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata memberikan imbauan kepada ratusan remaja yang diciduk lantaran terlibat balap liar

jatimnow.com - Sekitar 207 remaja diangkut polisi setelah terciduk terlibat dalam balap liar di area GOR Ken Arok, Kota Malang. Semua remaja ini didata, diberikan imbauan serta disemprot disinfektan.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan, aksi balap liar itu dibubarkan personel gabungan yang dipimpinnya langsung pada Sabtu (11/4/2020) malam. Selain meresahkan masyarakat, balap liar itu melanggar aturan physical distancing untuk mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang dianjurkan pemerintah.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

"Ada 207 orang yang kita amankan ke mapolresta. Dari jumlah itu, ada 201 pria dan 6 perempuan. Kami juga menyita 129 motor. Rata-rata yang terlibat balap liar itu adalah para remaja yang berstatus pelajar," terang Leonardus, Minggu (12/4/2020) pagi.

Balap liar itu dibubarkan saat personel gabungan Polresta Malang Kota melakukan patroli rutin untuk menyisir kerumunan warga.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata menginterogasi salah satu peserta balap liarKapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata menginterogasi salah satu peserta balap liar

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Kami sampaikan, kami akan tetap konsisten dalam melakukan kegiatan pembubaran massa, kerumunan yang berpotensi tinggi menyebarkan Covid-19," tegas Alumni AKPOL Tahun 1997 ini.

Setelah tiba di mapolresta, ratusan remaja itu difoto, didata satu per satu dan diberi imbauan.

"Karena ini bertujuan untuk menegakkan physical distancing, maka mereka langsung kami pulangkan. Tapi orangtuanya kami panggil secara bertahap agar tidak terjadi penumpukan," paparnya.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

Mantan Wakapolrestabes Surabaya ini mengimbau kepada orangtua agar menjaga dan memperhatikan anak-anak untuk tidak keluar rumah di saat pandemi Covid-19 masih mewabah.

"Kami mengimbau kepada orang tua agar anak-anak ini belajar di rumah secara daring dari sekolah. Hal itu untuk dipatuhi dan tidak keluar rumah disaat seperti ini. Kami meminta bantuan kepada orangtua, guru-guru dan masyarakat untuk mematuhi anjuran pemerintah," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.