Kamis, 18 Jun 2026 11:29 WIB

Pesan Paramedis Covid-19 di Mojokerto untuk Masyarakat Indonesia

Paramedis Covid-19 di RSUD dr Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto
Paramedis Covid-19 di RSUD dr Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto

jatimnow.com - Paramedis di seluruh Indonesia menjadi garda terdepan dalam menangani pasien Virus Corona (Covid-19). Setiap bekerja, mereka diwajibkan mengenakan alat pelindung diri (APD).

"Sebelumnya kami meminta maaf karena video viral salah satu anggota kami yang melaksanakan salat. Sebenarnya keadaannya memang seperti itu. Kami tidak ada maksud agar video itu viral atau sebagainya," kata salah satu tim medis ISO Covid-19 RSUD dr Wahidin Sudirohusodo yang meminta namanya tidak dipublikasikan, Rabu (8/4/2020).

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Pria ini menambahkan, anggota medis yang melaksanakan tugas menangani pasien Covid-19 dibekali APD agar tidak terpapar virus yang dibawa pasien Covi-19.

Baca juga:  Viral Video Tenaga Medis Covid-19 di Mojokerto Salat Pakai APD

"Pastinya kami yang ada di sini (ruang isolasi) akan terpapar langsung saat melakukan kegiatan perawatan kepada pasien. Saat akan melakukan kegiatan ataupun salat kami menghindari kontaminasi," jelasnya.

Ruang isolasi Covid-19 di RSUD dr Wahidin Sudirohusodo Kota MojokertoRuang isolasi Covid-19 di RSUD dr Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

"Jika kami melepas APD saat akan makan atau salat dan sebagainya, maka risiko terpapar Covid-19 lebih besar," tambahnya.

Ia berpesan kepada semua masyarakat agar selalu mengikuti anjuran pemerintah seperti cuci tangan pakai sabun, sosial distancing, jaga jarak dan tetap di rumah.

"Kami memohon kepada masyarakat agar tetap di rumah untuk memutus rantai pandemi Virus Corona agar Indonesia segera bersih dari Covid-19 ini," harapnya.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Sementara itu, dokter spesialis paru RSUD dr Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto atau Ketua Tim Medis Iso Covid-19 dr Andi Wijayanto menyebut, melepas APD harus menunggu pergantian shift. Jadi bila hendak menunaikan salat harus di ruang isolasi.

"Ya karena kondisi, terpaksa harus melaksanakan salat di sana (ruang isolasi). Karena melepas APD resiko terpapar lebih besar. Kami harus tetap melaksanakan salat, terpaksa masih memakai APD. Karena APD hanya bisa dipakai satu kali atau sehari saja," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.