Selasa, 16 Jun 2026 09:31 WIB

Wabah Virus Corona

Puluhan Ribu Santri Ponpes Temboro Magetan Dipulangkan Bertahap

Rapat koordinasi antara Pemkab Magetan dan Ponpes Temboro terkait pemulangan para santri
Rapat koordinasi antara Pemkab Magetan dan Ponpes Temboro terkait pemulangan para santri

jatimnow.com - Sebanyak 22.000 santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatah Temboro Kabupaten Magetan dipulangkan ke daerahnya masing-masing untuk mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Magetan Saif Muchlisun mengatakan, keputusan itu dikeluarkan setelah tercapainya kesepakatan antara pengurus ponpes.

Baca Juga: Lomba Pioneering Latih Kekompakan dan Mental Santri Nurul Jadid

"Para santri untuk dipulangkan lebih awal. Biasanya 10 ramadan, nanti diharapkan sebelum 1 ramadan atau 24 April 2020, sudah selesai," terang Saif melalui pesan singkat, Senin (6/4/2020).

Dia menambahkan bahwa nantinya Ponpes Temboro akan memulangkan santri hingga ke rumah. Para santri akan diantar ke titik yang telah disepakati antara ponpes dengan wali santri atau orangtua masing-masing.

Untuk kepulangan para santri, Ponpes Temboro akan memprioritaskan santri yang berasal dari Magetan. Sementara bagi yang berasal dari luar pulau dan luar negeri, akan dipastikan dulu tiket penerbangan ke daerah asal mereka.

Baca Juga: Pesan Kiai Zuhri Zaini, Mengapa Beragama Tak Cukup Hanya Modal Cerdas?

"Kalau memang belum dapat agar tinggl di pondok sampi dipastikan penerbangannya," jelas Saif.

Data yang diterima pemerintah daerah, santri yang akan dipulangkan sebanyak 22.467 dari berbagai wilayah di Indonesia. Pondok pesantren ini bahkan menjadi tempat belajar para santri dari 12 negara di Asia.

Sebelum dipulangkan, para santri akan diperiksa kesehatannya oleh Petugas Dinas Kesehatan Magetan. Hasil pemeriksaan itu akan diserahkan ke pengurus ponpes.

Baca Juga: Muscab 2026, PPP Lamongan Buka Pintu Lebar untuk HMI, PMII, dan Santri

"Pemeriksaan tersebut untuk memastikan kondisi kesehatan santri sehingga tidak bermasalah di daerah tempat asalnya. Apabila ada yang sakit dirawat dulu. Setelah sehat baru boleh dipulangkan," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.