Rabu, 17 Jun 2026 12:32 WIB

Perusahaan Konveksi di Banyuwangi Alih Produksi Masker Imbas Corona

UMKM konveksi di Banyuwangi yang kini produksi masker
UMKM konveksi di Banyuwangi yang kini produksi masker

jatimnow.com - Kebutuhan masker yang meningkat akibat pandemi Covid-19, UMKM konveksi Banyuwangi memproduksi ribuan masker kain yang bisa dicuci ulang.

Salah satu UMKM konveksi yang memproduksi masker, adalah Hady Konveksi, yang terletak di Desa Jelun, Kecamatan Licin. Mampu memproduksi 2000 masker dan laris diserbu pembeli.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Pemilik konveksi, Hady mengaku, mulai memproduksi masker pada dua minggu terakhir. Usaha ini dilakukan untuk menyiasati produksi kaos konveksinya yang turun drastis akibat pandemi virus corona.

"Biasanya kami memproduksi kaos yang dipesan oleh toko oleh-oleh di sekitar Banyuwangi, tapi sejak banyak toko yang tutup karena adanya corona, kami putar otak dengan memproduksi masker," kata Hady.

Masker buatannya itu dari bahan kaos. Dalam sehari mampu memproduksi hingga 300 masker. Masker tersebut, kata Hady, dijual Rp 5 ribu per lembar. Namun untuk reseller bisa lebih murah, dengan pembelian minimum satu lusin.

"Setiap hari kami memproduksi bisa sampai 300 buah. Semua sudah ada yang mengambil, baik oleh konsumen langsung atau dijual lagi oleh reseller," katanya.

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

Selain memproduksi masker, konveksi Hady juga menjadi salah satu UMKM yang digandeng pemerintah daerah membuat pakaian Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan yang supervisinya dari Dinas Kesehatan.

Selain UMKM, Balai Latihan Kerja (BLK) Banyuwangi juga memproduksi ribuan masker berbahan kain yang dibagikan gratis bagi warga.

Kepala BLK Banyuwangi, Rusman mengatakan, pembuatan masker oleh BLK itu untuk berpartisipasi dalam penanganan wabah virus Covid-19.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Semua BLK di bawah UPTD Kemnaker diminta untuk memproduksi produk yang saat ini banyak dibutuhkan oleh masyarakat tapi langka, seperti masker. Produksinya diutamakan untuk memenuhi kebutuhan daerah masing-masing," kata Rusman.

Bahan yang digunakan untuk pembuatan masker adalah bahan katun oxford. Bahan ini dinilai punya kelebihan cukup tebal tapi tetap nyaman dipakai. Sebelum diproses, bahan tersebut telah dicuci dan disterilkan terlebih dahulu.

"Meskipun ini bukan masker bedah, namun masker kain ini bisa meminimalisir penularan virus Covid-19. Minggu lalu sudah kami tuntaskan 2000 masker dan salah satunya, kami serahkan ke Pemkab," pungkas Rusman.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.