Sabtu, 20 Jun 2026 15:27 WIB

Lawan Hoaks Covid-19 Melalui 42 Bahasa Daerah di Indonesia

Salah satu poster edukatif Covid-19 yang dibuat Japelidi
Salah satu poster edukatif Covid-19 yang dibuat Japelidi

jatimnow.com - Berita bohong alias hoaks terkait terkait wabah Virus Corona (Covid-19) masih saja beredar luas di media sosial hingga menyesatkan masyarakat Indonesia.

Atas dasar itu, 25 orang dosen dari berbagai perguruan tinggi di 30 kota di Indonesia yang tergabung di Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi), memprakarsai sosialisasi pengetahuan dan upaya menangkal hoaks itu.

Baca Juga: Poros Muda NU Kecam Fitnah Amien Rais ke Presiden Prabowo dan Letkol Teddy

Caranya, mereka memproduksi konten sosialisasi dalam 42 bahasa daerah yang berbeda-beda, yang kerap digunakan oleh masyarakat Indonesia. Seperti bahasa Sunda, Banyumasan, Maluku, Mandarin, Jawa dan sebagainya. Tujuannya agar konten informasi tersebut dapat diterima masyarakat yang majemuk.

Japelidi memproduksi beragam informasi akurat terkait Covid-19 ke dalam bentuk video dan poster edukatif bagi masyarakat.

"Untuk mengimbangi banjir hoaks yang menyesatkan warga di saat pandemi ini, kami membuat beragam konten digital 'Jaga diri dan Jaga Keluarga' di dalam 42 bahasa daerah, selain bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin. Supaya bisa lebih dekat dengan keseharian masyarakat kita yang majemuk," kata Koordinator Japelidi, Novi Kurnia, Rabu (1/4/2020).

Menurut wanita yang juga Ketua Program Magister Ilmu Komunikasi Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM) itu menambahkan, produksi konten berbahasa daerah ini masih akan bertambah sesuai kebutuhan masyarakat. Sedangkan penyebaran kontennya bekerjasama dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi, Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) dan Komunitas "Berbeda Itu Biasa" melalui Instagram.

Baca Juga: Waspada! Indomaret Imbau Masyarakat Soal Penipuan Voucher Gratis

Selain itu juga dilakukan melalui akun media sosial dan grup WhatsApp para anggota Japelidi yang berjumlah 163 orang dengan membagikan poster digital seperti 'Jaga diri dan Jaga Keluarga', 'Perlindungan Data Pribadi', dan 'Sumber Informasi Terpercaya' serta videografik tips menemani anak belajar di rumah.

"Tanggapan warganet sangat positif. Misalnya, banyak orang atau komunitas meminta kami mengirim file untuk mereka cetak sendiri lalu membagikannya kepada warga berusia lanjut di sekitar mereka. Bahkan ada yang membuatnya menjadi spanduk. Memang banyak orang tidak mengakses jejaring sosial, sehingga akses informasi mereka pun terbatas," sambung Novi.

Japelidi juga melakukan kampanye luring dengan membagikan sabun dan hand sanitizer bagi warga yang masih harus bekerja di luar rumah seperti pengendara ojek dan pedagang pasar. Dana untuk ini berasal dari urun daya donasi anggotanya.

Baca Juga: Cek Fakta Informasi BBM

Kegiatan luring dilakukan oleh tim Japelidi dan warga dengan membagikan selebaran, poster dan spanduk di tempat-tempat strategis di banyak daerah, mulai Jakarta, Yogyakarta, Bali, Salatiga, Semarang, Lamongan, Malang, Bandung, Ponorogo, Depok hingga Surabaya.

Juga di Sukabumi, Blora, Grobogan, Bogor, Banjarmasin, Kulonprogo, Gresik, Tegal, Wonogiri, Cilacap, Magelang, NTT, Kutai, NTB, Timika, Kabupaten Semarang, Lombok Timur, Lampung serta Samarinda. Cakupan wilayah ini masih terus bertambah seiring bertambahnya dukungan warga.

"Seperti halnya kampanye politik, kampanye kesehatan juga harus dilakukan melalui darat di banyak tempat. Menurut saya masih banyak ruang yang belum terjangkau, padahal isu pandemi ini sangat mendesak," tambah Dosen LSPR yang juga Koordinator Kampanye Japelidi Lawan Hoaks Covid-19, Lestari Nurhajati.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.