Selasa, 21 Jul 2026 19:24 WIB

Cek Fakta Informasi BBM

Verifikasi informasi adalah langkah krusial untuk mencegah penyebaran hoaks. (Foto/ChatGPT)
Verifikasi informasi adalah langkah krusial untuk mencegah penyebaran hoaks. (Foto/ChatGPT)

jatimnow.com - Di tengah derasnya arus informasi digital, Pertamina Patra Niaga secara proaktif mengamati peningkatan praktik manipulasi dan penyebaran hoaks.

Disinformasi semacam ini berpotensi mengganggu kenyamanan serta menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan konsumen.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Ekonom UB: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak

Perusahaan pelat merah ini pun menegaskan perlunya kewaspadaan tinggi terhadap informasi yang sengaja diarahkan untuk mencoreng citra BUMN dan pemerintah.

Kondisi tersebut, menurut Pertamina, sangat disayangkan. Pasalnya, tidak hanya merugikan nama baik perusahaan sebagai BUMN milik negara, tetapi juga menghambat upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Oleh karena itu,

Pertamina Patra Niaga merasa perlu untuk meluruskan sejumlah hoaks yang belakangan ini viral di media sosial.

Tiga Hoaks Terkait BBM:

1. Hoaks Pembatasan Pengisian BBM

Informasi yang menyebutkan adanya pembatasan pengisian BBM hingga 7 hari untuk mobil dan 4 hari untuk motor, serta larangan bagi penunggak pajak kendaraan, secara tegas dinyatakan tidak benar.

"Penyaluran BBM, khususnya BBM Subsidi, tetap berjalan sesuai ketentuan pemerintah melalui mekanisme yang berlaku agar lebih tepat sasaran dan transparan," jelas Pertamina, mengutip konfirmasi dari juru bicara Kementerian ESDM. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir akan pembatasan tersebut.

2. Hoaks Kebakaran SPBU Akibat Kebijakan Baru

Beredarnya video kebakaran SPBU yang dikaitkan dengan kebijakan pembatasan BBM juga merupakan disinformasi.

Pertamina mengklarifikasi bahwa video tersebut adalah rekaman lama dari insiden kebakaran SPBU di Aceh pada tahun 2024, bukan kejadian terkini atau terkait dengan kebijakan apa pun. Hal ini menunjukkan pentingnya verifikasi sumber video yang beredar.

Baca Juga: Viral Isi BBM Ditolak karena Pajak Mati, Ini Penjelasan Pertamina

3. Hoaks "Penggerudukan" SPBU di Lumajang

Video viral yang mengklaim masyarakat "menggeruduk" SPBU di Lumajang juga dibantah. Kejadian sebenarnya pada Rabu, 17 September 2025, adalah kerumunan penonton karnaval di Desa Sentul, Lumajang, yang berteduh dari hujan deras di area SPBU yang sudah tutup sejak pukul 21.00 WIB.

"Keributan yang terjadi saat itu dipicu oleh pengaruh minuman keras, bukan karena layanan SPBU. Tidak ada penjarahan atau kerusakan, hanya sampah yang berserakan keesokan harinya," tegas Pertamina.

Oleh karena itu, narasi "penggerudukan" tersebut tidak sesuai dengan cek fakta di lapangan.

Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menggarisbawahi pentingnya ketelitian masyarakat.

Baca Juga: Pertamina dan BPH Migas Pastikan Distribusi BBM Subsidi di Jatim Kembali Normal

"Selain isu pembatasan BBM, masyarakat juga perlu mewaspadai hoaks lainnya seperti rekrutmen fiktif yang meminta biaya, kabar mobil tangki Pertamina mengisi di SPBU swasta, maupun informasi palsu terkait harga," papar Roberth.

Berbagai bentuk hoaks ini seringkali dirancang untuk memancing keresahan atau penipuan.

Untuk memastikan kebenaran setiap informasi yang diterima, Pertamina Patra Niaga mengajak seluruh masyarakat agar selalu merujuk pada kanal resmi perusahaan.

Konsumen dapat menghubungi Pertamina Call Center 135 atau memantau akun resmi media sosial Pertamina.

Verifikasi informasi adalah langkah krusial untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat merugikan banyak pihak, sehingga kenyamanan dan keamanan informasi tetap terjaga.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.