Sabtu, 06 Jun 2026 10:19 WIB

Poros Muda NU Kecam Fitnah Amien Rais ke Presiden Prabowo dan Letkol Teddy

Amien Rais. (Foto/Instagram)
Amien Rais. (Foto/Instagram)

jatimnow.com - Jagat digital tanah air sedang gaduh. Sebuah unggahan video dari akun resmi tokoh politik Amien Rais mendadak hilang dari peredaran setelah dicopot paksa (takedown) oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Video tersebut memicu polemik panas lantaran isinya membidik sosok Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya dengan narasi yang dinilai sarat ujaran kebencian.

Baca Juga: Mencemburui Homeless Media

Langkah provokatif Ketua Majelis Syura Partai Ummat tersebut memantik reaksi keras dari barisan Poros Muda NU (PMNU). Koordinator Nasional PMNU, Ramadhan Isa, melihat pola serangan kali ini memiliki kemiripan dengan tragedi politik masa lalu yang menimpa KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

"Apa yang dilakukan Pak Amien hari ini membuka kembali memori kolektif kami. Kami teringat bagaimana beliau dan kelompoknya menjatuhkan Gus Dur lewat rentetan serangan personal dan hukum yang tidak pernah terbukti sampai Gus Dur wafat," tegas pria yang akrab disapa Dhani tersebut di Surabaya, Senin (4/5/2026).

Dhani menyebut narasi dalam video itu lahir dari sikap gegabah. Bukannya berbasis data valid, pernyataan Amien justru tampak seperti mengumpulkan remah-remah rumor liar di media sosial untuk dijadikan senjata politik.

Baca Juga: Pemkab Gresik Gandeng Komdigi Gelar Government Transformation Academy 2026

Sebagai alumni PMII Ciputat, Dhani menekankan bahwa mengumbar kabar burung tanpa proses tabayun atau klarifikasi adalah langkah mundur bagi demokrasi Indonesia.

Bagi kalangan muda Nahdliyin, manuver yang menyasar ranah pribadi seorang kepala negara bukan sekadar kritik, melainkan upaya mendelegitimasi pemimpin nasional. Menariknya, di tengah gempuran opini negatif tersebut, pihak Istana memilih tetap tenang.

"Prabowo menunjukkan kelasnya sebagai negarawan. Beliau tidak terpancing atau bereaksi berlebihan meskipun diserang secara personal. Fokusnya tetap pada pelayanan rakyat, dan itu yang kami apresiasi," tambah Dhani.

Baca Juga: Gim Berlabel Moderate Kini Terlarang Bagi Pengguna Roblox Tanpa Izin Ortu

Langkah tegas Menteri Komdigi Meutya Hafid dalam memutus akses video di akun Amien Rais Official menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai memperketat ruang bagi konten yang mengandung hoaks dan fitnah.

Meski potongan videonya masih terserak di beberapa platform, dukungan terhadap stabilitas politik mulai mengalir dari berbagai elemen pemuda yang jengah dengan pola politik adu domba.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.