Rabu, 22 Jul 2026 04:46 WIB

Poros Muda NU Kecam Fitnah Amien Rais ke Presiden Prabowo dan Letkol Teddy

Amien Rais. (Foto/Instagram)
Amien Rais. (Foto/Instagram)

jatimnow.com - Jagat digital tanah air sedang gaduh. Sebuah unggahan video dari akun resmi tokoh politik Amien Rais mendadak hilang dari peredaran setelah dicopot paksa (takedown) oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Video tersebut memicu polemik panas lantaran isinya membidik sosok Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya dengan narasi yang dinilai sarat ujaran kebencian.

Baca Juga: Rumah Literasi Digital Bongkar Modus Sensor Berita Lewat Hosting

Langkah provokatif Ketua Majelis Syura Partai Ummat tersebut memantik reaksi keras dari barisan Poros Muda NU (PMNU). Koordinator Nasional PMNU, Ramadhan Isa, melihat pola serangan kali ini memiliki kemiripan dengan tragedi politik masa lalu yang menimpa KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

"Apa yang dilakukan Pak Amien hari ini membuka kembali memori kolektif kami. Kami teringat bagaimana beliau dan kelompoknya menjatuhkan Gus Dur lewat rentetan serangan personal dan hukum yang tidak pernah terbukti sampai Gus Dur wafat," tegas pria yang akrab disapa Dhani tersebut di Surabaya, Senin (4/5/2026).

Dhani menyebut narasi dalam video itu lahir dari sikap gegabah. Bukannya berbasis data valid, pernyataan Amien justru tampak seperti mengumpulkan remah-remah rumor liar di media sosial untuk dijadikan senjata politik.

Baca Juga: Tren Judol Meningkat, PANDI Blokir Puluhan Ribu Domain Selama Semester 1 2026

Sebagai alumni PMII Ciputat, Dhani menekankan bahwa mengumbar kabar burung tanpa proses tabayun atau klarifikasi adalah langkah mundur bagi demokrasi Indonesia.

Bagi kalangan muda Nahdliyin, manuver yang menyasar ranah pribadi seorang kepala negara bukan sekadar kritik, melainkan upaya mendelegitimasi pemimpin nasional. Menariknya, di tengah gempuran opini negatif tersebut, pihak Istana memilih tetap tenang.

"Prabowo menunjukkan kelasnya sebagai negarawan. Beliau tidak terpancing atau bereaksi berlebihan meskipun diserang secara personal. Fokusnya tetap pada pelayanan rakyat, dan itu yang kami apresiasi," tambah Dhani.

Baca Juga: Mencemburui Homeless Media

Langkah tegas Menteri Komdigi Meutya Hafid dalam memutus akses video di akun Amien Rais Official menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai memperketat ruang bagi konten yang mengandung hoaks dan fitnah.

Meski potongan videonya masih terserak di beberapa platform, dukungan terhadap stabilitas politik mulai mengalir dari berbagai elemen pemuda yang jengah dengan pola politik adu domba.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.