Jumat, 19 Jun 2026 01:35 WIB

Pemerintah Berikan Insentif Tenaga Medis Buat Daerah Tanggap Darurat

Presiden Joko Widodo (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)
Presiden Joko Widodo (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

jatimnow.com - Pemerintah pusat memutuskan untuk memberi insentif bulanan bagi tenaga medis yang bertugas di garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

Insentif bulanan ini hanya diberi kepada dokter, perawat, dan tenaga medis lain di daerah yang sudah menetapkan status 'Tanggap Darurat Covid-19'.

Baca Juga: Vidi Aldiano Meninggal, Erick Thohir: Terima Kasih Atas Karya, Suara, dan Kenangan

Artinya, provinsi atau kabupaten/kota yang tidak menetapkan status tanggap darurat maka tidak berlaku kebijakan ini.

"Ini hanya berlaku bagi daerah yang telah nyatakan tanggap darurat," jelas Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai meresmikan pemanfaatan Wisma Atlet Kemayoran sebagai RS darurat corona, Senin (23/3/2020).

Sejumlah daerah yang telah menetapkan status tanggap darurat Covid-19, antara lain adalah Provinsi DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Kota Bogor, dan Kota Depok.

Besaran insentif bulanan yang diberi pun bervariasi, antara Rp 5 juta sampai Rp 15 juta per bulan.

Presiden Jokowi menjelaskan, kebijakan ini sudah diperhitungkan dengan matang bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan mempertimbangkan kemampuan APBN.

Berdasarkan keputusan ini, maka dokter spesialis diberi insentif bulanan sebesar Rp 15 juta, dokter umum dan gigi sebesar Rp 10 juta, tenaga keperawatan Rp 7,5 juta, dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta.

Baca Juga: Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia

"Dan akan diberikan santunan kematian sebesar Rp 300 juta," jelas Jokowi.

Seruan kepedulian dari pemerintah terhadap para tenaga medis memang semakin santer terdengar. Apalagi hingga Minggu (22/3) kemarin, sedikitnya tercatat ada tiga dokter yang meninggal dunia akibat terserang virus novel corona (Covid-19) usai menangani pasien yang positif terinfeksi virus itu.

Dikabarkan, tiga tenaga medis tersebut tertular Covid-19 setelah merawat pasiennya.

"Iya benar, tiga dokter yang meninggal dunia yaitu dokter spesialis saraf Hadio Ali Khazatsin, spesialis bedah Djoko Judodjoko, dan spesialis telinga hidung tenggorokan (THT) Adi Mirsa Putra," ujar Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih saat dihubungi Republika.co.id.

Baca Juga: Dokter Baru FK Unusa Siap Taklukkan Lumpur Pedalaman Papua

 

Lihat Artikel Asli

DisclaimerBerita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.