Sabtu, 20 Jun 2026 17:42 WIB

Cegah Virus Corona, Makam Gus Dur di Tebuireng Ditutup Bagi Peziarah

Komplek Maqbaroh Tebuireng Jombang
Komplek Maqbaroh Tebuireng Jombang

jatimnow.com - Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang menutup sementara Komplek Maqbaroh Tebuireng atau makam KH Wahid Hasyim, Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) bagi peziarah.

Penutupan Komplek Maqbaroh Tebuireng itu menindaklanjuti anjuran pemerintah terkait upaya peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran Virus Corona (Covid 19).

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Penutupan makam akan dimulai Senin (16/3/2020) pukul 00.00 Wib. Penutupan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 1524/I/HM 00 01/PENG/2020 yang ditandatangani Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz.

"Berkenaan dengan kebijakan ini, kami atas nama keluarga besar Pesantren Tebuireng menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya," salah satu bagian isi surat edaran yang dilihat jatimnow.com, Minggu (15/3/2020).

Sementara itu, Sekretaris Pesantren Tebuireng KH Abdul Ghofar menjelaskan, kebijakan yang diambil Ponpes Tebuireng sebagai langkah untuk mencegah penyebaran Virus Corona di ruang publik.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Kebijakan tersebut sudah dirapatkan dengan pimpinan dan Majelis Keluarga Pesantren Tebuireng dengan merujuk anjuran dari pemerintah," terang Kiai Gus Ghofar.

Kebijakan yang diambil keluarga besar Ponpes Tebuireng, lanjut Gus Ghofar, murni sebagai pencegahan Virus Corona agar tidak menyebar lebih luas.

"Mencegah mafsadat harus diutamakan daripada upaya meraih kemaslahatan. Demi kesehatan dan kebaikan bersama," tambahnya.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

Humas Pondok Pesantren Tebuireng Azwani membenarkan surat edaran yang dilihat jatimnow.com tersebut.

"Wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh, iya benar kang," ungkap Azwani saat dihubungi jatimno.com.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.