Minggu, 14 Jun 2026 12:37 WIB

Diduga Terlibat Pungli PTSL, Seorang Kades di Banyuwangi Dipolisikan

Edy Subiyanto menujukkan surat laporan polisi kasus dugaan pungli PTSL yang dilaporkannya ke Polresta Banyuwangi
Edy Subiyanto menujukkan surat laporan polisi kasus dugaan pungli PTSL yang dilaporkannya ke Polresta Banyuwangi

jatimnow.com - Pungutan liar (pungli) pada program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) mencatut nama Kepala Desa (Kades) Jambewangi. Kasus ini tengah didalami Satreskrim Polresta Banyuwangi.

Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi AKP M.S Fery membenarkan bahwa pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terkait kasus pungli PTSL yang diduga melibatkan Ali Maskur, Kades Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi tersebut.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Benar, yang bersangkutan masih tahap klarifikasi kasus PTSL," terang Fery saat dikonfirmasi, Kamis (12/3/2020).

Terpisah, Edy Subiyanto yang melaporkan kades itu menyebut, terlapor adalah panitia pelaksana program PTSL di Tahun 2018. Selain sang kades Ali Maskur, juga ada nama Edi Sutanto, Eko Pusponijan dan Misikan.

Menurutnya, keempat orang itu merupakan panitia pelaksana program PTSL tahun 2018 dan baru dapat merealisasikan dan merampungkan program itu sekitar September 2019.

Baca Juga: Sandang Status Tersangka, Kades di Probolinggo Masih Hirup Udara Bebas

"Biaya pembuatan sertifikat yang dibebankan kepada masyarakat tidak sama, ada yang Rp 600 ribu sampai Rp 2,5 juta untuk sepetak tanah," beber Edy.

Edy menambahkan, modus yang digunakan panitia PTSL waktu itu adalah, untuk pendaftaran baru sertifikat dikenakan biaya Rp 150 ribu. Namun, setelah sertifikat jadi, dikenakan biaya ulang sesuai luas tanah.

"Padahal sesuai Perbup Banyuwangi Nomor 11 Tahun 2018 tentang biaya PTSL, tidak boleh melebihi ketetapan Rp 150 ribu itu," tambah Edy.

Baca Juga: Kasus Pungli di Lapas Blitar Terbongkar, Ini Modusnya

Dalam pelaporannya kepada polisi, Edy mengaku juga melampirkan bukti fisik berupa kwitansi pembayaran dari warga kepada panitia PTSL.

"Waktu itu, Pak Kades Maskur jadi anggota, Ketua PTSL Eko Pusponijan. Kalau Pak Misikan itu yang bagian menarik uang kepada warga," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.