Jumat, 12 Jun 2026 21:33 WIB

Kades Cantik asal Lamongan Bicara Pentingnya Output Dana Desa

Kades Cantik asal Lamongan, Angely Emitasari (dua dari kanan) saat mengikuti Rapat Kerja Percepatan dan Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2020
Kades Cantik asal Lamongan, Angely Emitasari (dua dari kanan) saat mengikuti Rapat Kerja Percepatan dan Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2020

jatimnow.com - Rapat Kerja Percepatan dan Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2020 digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim di JX International atau Jatim Expo Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (25/2/2020).

Semua kepala desa (kades) mengikuti rapat itu, termasuk Angely Emitasari, Kades Kedungkumpul, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan.

Baca Juga: Dana Desa Tahap Pertama Cair Juni, Pemdes Wajib Tahu Syarat Penyalurannya

Angely yang dijuluki kades cantik itu menyebut, rapat tersebut sangat penting bagi semua kepala desa. Sebab dengan itu, semua kepala desa di Jawa Timur bisa memahami aturan dan penerapan dana desa.

"Tentu ini sangat penting bagi saya dan semua kades yang lain. Dengan begini kami dapat pemahaman tentang apa itu dana desa, buat apa dana desa dan yang terpenting output dari adanya dana desa itu. Karena demi kesejahteraan masyarakat," ungkap Angely kepada jatimnow.com.

Baca juga:  Bu Kades Cantik di Lamongan itu Ingin Seperti Wali Kota Risma

Sementara dalam rapat itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap, tahap 1 dana desa sebesar Rp 7,654 triliun bisa segera dicairkan. Agar daya beli masyarakat bisa tetap terjaga dan bisa memberikan pekerjaan kepada warga pedesaan.

Rapat Kerja Percepatan dan Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2020 yang digelar Pemprov Jatim di JX International Jalan Ahmad Yani, SurabayaRapat Kerja Percepatan dan Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2020 yang digelar Pemprov Jatim di JX International Jalan Ahmad Yani, Surabaya

Baca Juga: Sarasehan Hari Desa, BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja Desa

Gubernur Khofifah menjelaskan, pencairan tahap 1 sebesar 40 persen dari dana desa tersebut diharapkan bisa dicairkan dan menjadi contoh bagi desa di provinsi lain.

"Kalau tahap satu itu berarti 40 persen dari Rp 7,645 triliun," terang Gubernur Khofifah.

Percepatan pencairan dana desa yang dilakukan Pemprov Jatim disambut baik oleh ribuan kades di Jatim. Diperkirakan setiap desa bakal menerima sekitar Rp 960 juta. Namun besaran nilai tersebut bergantung dari luas dan kebutuhan desa di tiap daerah.

Baca Juga: Dana Desa Dipangkas, Ini Komentar Persaudaraan Kepala Desa Indonesia Tulungagung

Mantan Menteri Sosial ini berharap, percepatan pencairan dana desa tersebut dapat mengurangi angka kemiskinan dan tidak ada lagi desa tertinggal di Jatim.

"Sekarang ini masih ada 1207 desa tertinggal, kita berharap Tahun 2020 ini Zero desa tertinggalnya. Ada dua desa sangat tertinggal, satu karena dampak Lapindo di Sidoarjo, satu di Bondowoso. Nah ini harus sinergi dengan desa-desa terdekatnya supaya tidak lagi menjadi desa yang sangat tertinggal," tambah Gubernur Khofifah.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.