Selasa, 16 Jun 2026 14:26 WIB

Nelayan Gunakan Bom Ikan di Banyuwangi Disebut Berdaya Ledak Tinggi

Tunggul Herawanto pemosting video bom ikan oleh nelayan di Banyuwangi
Tunggul Herawanto pemosting video bom ikan oleh nelayan di Banyuwangi

jatimnow.com - Pemosting video sekaligus Founder Rumah Literasi Indonesia, Tunggul Herawanto menyebut nelayan yang menangkap ikan menggunakan bom ikan (bondet) di Pulau Tabuhan Banyuwangi disebut memiliki daya ledak tinggi. Ia mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (23/2) sore.

Baca juga: 

Baca Juga: Heboh Video Penampakan Hantu di Rel Kereta Api Ketapang Probolinggo, Ini Faktanya

Dirinya bersama 25 orang pengelola taman baca di Banyuwangi dan beberapa orang dari luar daerah saat itu tengah melakukan kemah di Pulau Tabuhan, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo sekitar pukul 16.30 Wib.

"Beberapa menit setelah tenda terpasang kami tiba-tiba dikagetkan dengan suara ledakan besar. Daya ledaknya tinggi karena dentumannya besar. Jaraknya dari camp itu sekitar 100 sampai 200 meter lah dari tenda kami," kata Tunggul saat dikonfirmasi via seluler, Senin (24/2/2020).

Kejadian ledakan bom ikan tersebut, kata Tunggul, terjadi sekitar pukul 17.00 Wib.

"Jadi saya dan teman-teman kaget melihat kok ada bom akhirnya dengan spontan teman-teman relawan mengambil dokumentasi tersebut supaya bisa menjadi bukti. Bom ikan itu meledak tiga kali. Yang pertama dentumannya lebih besar dari kedua dan ketiga ledakan," ungkapnya.

Ia mengaku tidak mengetahui darimana asal nelayan yang melakukan pengeboman tersebut. Namun terkait lokasi, kata dia, dipastikan berada di kawasan Pulau Tabuhan.

Baca Juga: Warning BMKG, Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Selatan Jatim 2-5 Juni 2026

Menurutnya, saat peristiwa pengeboman ikan terjadi terdapat sekitar 6 atau 7 kapal nelayan di kawasan perairan yang berada di Selat Bali itu.

"Untuk jumlah persisnya berapa kapal bisa dihitung lagi di video, sekitar 6 atau 7 kalau nggak salah," sebutnya.

Sementara itu, lanjutnya, ada beberapa kapal nelayan pencari ikan lainnya pada saat kejadian. Namun, tidak semua kapal yang ada pada saat itu di dokumentasikan secara video.

"Yang tidak terekam kamera juga banyak di sekeliling itu, ada beberapa kapal nelayan. Ada yang di pesisir ada yang di timur, ada yang di selatan. Jadi tidak semua terekam," tandasnya.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polresta Banyuwangi kini tengah menyelidiki pengeboman ikan oleh nelayan yang videonya menjadi viral di media sosial (medsos) Facebook dan WhatsApp (WA).

Video yang diunggah akun Facebook, Rumah Literasi Indonesia pada Minggu (23/2) pukul 22.03 Wib itu dikomentari 148 netizen.

Disukai 161 akun lainnya, serta dibagikan sebanyak 315 kali hingga pukul 9.52 Wib, Senin (24/2/2020).

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.