Selasa, 16 Jun 2026 11:13 WIB

Pelajar Kurang Mampu di Banyuwangi Diberi Uang Saku dan Transport

  • Penulis :
  • | Rabu, 02 Mei 2018 16:07 WIB
Bupati Anas saat memberikan program uang saku dan transpor kepada pelajar.
Bupati Anas saat memberikan program uang saku dan transpor kepada pelajar.

jatimnow.com – Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Pemkab Banyuwangi meluncurkan program pemberian uang saku dan transportasi setiap hari kepada para pelajar kurang mampu.

Program ini diluncurkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di rumah salah seorang pelajar penerima program tersebut di Kecamatan Kalipuro, Rabu (2/5/2018). Kabupaten Banyuwangi menyiapkan 1,9 miliar dalam program ini.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

”Ini program pengaman bagi pelajar kurang mampu secara berkelanjutan. Kan untuk biaya pendidikannya sudah dibiayai pemerintah. Tapi mereka kadang terkendala transportasi ke sekolah, tidak ada uang saku. Program ini hadir untuk mereka,” ujar Bupati Anas.

Dia berharap program ini bisa membantu para pelajar kurang mampu untuk semakin giat bersekolah.

Uang saku yang diberikan tiap hari ini digunakan untuk membeli makanan di kantin sekolah, sehingga Anas berharap pelajar itu bisa konsentrasi dalam belajar dengan kondisi perut terisi dan gizi cukup.

“Karena perutnya terisi dan gizinya cukup, maka bisa menstimulasi otak dalam menerima materi pembelajaran. Semoga juga bisa meringankan beban keluarga kurang mampu,” imbuh Anas.

Uang saku yang disediakan untuk siswa SD/MI sebesar Rp 5 ribu tiap hari, SMP/MTs Rp 10 ribu per hari, dan SMA/MA/SMK Rp 15 ribu per hari, termasuk untuk Sekolah Luar Biasa.

Adapun uang transportasinya Rp 5 ribu per hari. Jadi tiap hari, siswa SD akan menerima Rp 10 ribu, SMP Rp 15 ribu, SMA Rp 20 ribu. Untuk ukuran Banyuwangi, dana itu sudah cukup untuk membeli makanan bermutu bagi pelajar.

Baca Juga: Gus Iqdam Sebut Mahasiswa Tak Cukup Hanya Pintar, Harus Dekengan Pusat

”Uang saku dan transportasi akan diberikan langsung ke siswanya,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono menambahkan, program ini ditargetkan bisa menjaring 1.000 pelajar kurang mampu. Total dana yang disiapkan Rp 1,9 miliar.

”Nanti dievaluasi lagi, bisa ditambah pada pertengahan tahun saat penyusunan APBD Perubahan, sehingga jumlah penerimanya akan semakin banyak,” kata Sulihtiyono.

Dia menjelaskan, saat ini verifikasi penerima program terus dikebut. Verifikasi dilakukan agar tidak bersinggungan dengan program lainnya, karena Pemkab Banyuwangi juga mempunyai sejumlah program lain untuk pelajar kurang mampu. Di antaranya program tabungan pelajar kurang mampu yang memberikan tabungan untuk 2.800 siswa.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

”Jadi yang sudah dapat tabungan, tidak mendapat bantuan uang saku dan transportasi harian ini,” paparnya.

Wanda Putri, pelajar SMK PGRI 1 Giri, senang mendapatkan program ini. ”Senang sekali dapat uang saku dan uang transportasi setiap hari. Bahkan, ini ada sisanya, bisa ditabung,” ujar gadis berusia 16 tahun itu.

Kegembiraan juga dirasakan Marlina (34 tahun), orang tua pelajar Ahmad Rafi yang menerima program tersebut. ”Uang yang biasa diberikan untuk uang saku anaknya bisa ditabung atau membeli kebutuhan lainnya,” ujar ibu tiga anak itu.

Penulis/editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.