Minggu, 21 Jun 2026 06:16 WIB

TNI Gadungan Berburu Janda Melalui Aplikasi Tantan: Itunya Enak Pak

Kapolres Mojokerto AKBP Feby Hutagalung menunjukkan foto Kusnan di media sosial
Kapolres Mojokerto AKBP Feby Hutagalung menunjukkan foto Kusnan di media sosial

jatimnow.com - Kusnan Ghoibi (29) TNI gadungan yang ditangkap Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto, berburu calon korban melalui media sosial pencarian jodoh atau Aplikasi Tantan.

Kapolres Mojokerto AKBP Feby Hutagalung mengatakan, tersangka tercatat sudah berhasil mengelabui empat janda. Selain meniduri para janda, tersangka juga menguras barang berharga milik korban.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Tersangka dan korban berkenalan lewat Aplikasi Tantan. Setelah kenalan mereka saling tukar nomor handphone. Karena korban memang punya tujuan untuk mencari jodoh, sehingga dengan mudah diajak kopi darat oleh tersangka," kata Feby di Mapolres Mojokerto, Senin (17/2/2020).

Menurut Feby, untuk memuluskan aksinya, tersangka mengaku sebagai seorang anggota TNI AL Kopaska. Caranya, tersangka memajang fotonya yang sedang berpakaian doreng layaknya TNI di foto profil media sosialnya.

Baca juga:  TNI Gadungan 'Pemburu' Janda: Ajak Kencan dan Bawa Kabur Harta Korban

"Tersangka juga berjanji menikahi para korban. Kemudian saat hubungan badan selesai, tersangka lalu membawa kabur barang-barang korban. Ada handphone, sepeda motor," beber Feby.

Alumnus AKPOL Tahun 1999 ini menambahkan, tersangka tidak menyebut pangkat secara spesifik, hanya menyampaikan jika dirinya sebagai anggota TNI AL.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

"Seragamnya beli di Pasar Turi dengan modal Rp 700 ribu dengan jaket doreng dengan sepatu bekas. Ini digunakan saat momen ketemu dengan korban-korban," tambah Feby.

Tersangka yang sebenarnya berprofesi sebagai kuli bangunan itu bahkan memperdaya seorang dosen salah satu universitas di Surabaya.

"Tersangka ini statusnya duda anak satu. Selain korban dosen, ada tiga korban lain yang dikelabui oleh tersangka," ungkap mantan Kapolres Lamongan ini.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Di hadapan kapolres dan wartawan, Kusnan mengaku menyesal dengan perbuatannya.

"Menyesal pak, gak akan mengulangi lagi. Ikut Tantan empat bulan lalu. Ya janda itu enak pak, maksudnya enak itunya, enak diajak ngobrol, bukan enak dari segi itu. Kepepet pak, untuk kirim orangtua dan lainnya," ucap Kusnan.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 362 KUHP, 378 dan 372 dengan ancaman hukuman selama-lamanya 7 tahun.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.